news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sarwendah dan Ruben Onsu.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram @sarwendah29 / YouTube Just Ruben

4 Fakta Terungkap Jelang Sidang Hak Asuh Anak Ruben Onsu, Langkah KPAI hingga Respon Betrand Peto

Jelang sidang hak asuh anak Ruben Onsu, KPAI menempuh berbagai langkah. Simak 4 fakta terbaru, mulai dari mediasi, rekomendasi psikolog hingga respon Betrand Peto.
Selasa, 14 Juli 2026 - 10:54 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Jelang sidang gugatan hak asuh anak pada 15 Juli 2026, sejumlah perkembangan baru terkait Ruben Onsu dan Sarwendah mulai terungkap. Mulai dari langkah yang dilakukan KPAI, pembatalan pertemuan kedua belah pihak, hingga dukungan yang disampaikan oleh Betrand Peto kepada sang ayah.

1. KPAI Sudah Menawarkan Mediasi kepada Ruben Onsu dan Sarwendah

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan telah menawarkan mediasi kepada Ruben Onsu dan Sarwendah sebagai upaya menyelesaikan persoalan hak asuh anak. Namun, hingga kini kedua belah pihak disebut belum berminat menempuh jalur tersebut.

Wakil Ketua KPAI periode 2022-2027, Jasra Putra, mengatakan mediasi merupakan salah satu tugas yang dijalankan KPAI. Meski demikian, Ruben Onsu disebut lebih memilih memperjuangkan hak pengasuhan sekaligus membuktikan dugaan eksploitasi anak.

"Kami sebetulnya menawarkan mediasi ya, sebagaimana tugas KPAI salah satunya mediasi. Tapi nampaknya kedua pihak belum menginginkan itu gitu ya. Yang satu Mas Ruben misalnya lebih ingin kepada pengasuhan, kemudian ingin membuktikan dugaan eksploitasi anaknya juga gitu ya," kata Jasra Putra dalam tayangan Sambel Lalap.

Terkait dugaan eksploitasi anak, Jasra menegaskan apabila terdapat bukti atau indikasi tindak pidana, maka hal tersebut sebaiknya dilaporkan kepada kepolisian agar dapat diproses sesuai ketentuan hukum.

"Nah, terkait dugaan eksploitasi anak yang katakanlah malam hari dibawa oleh Mbak Sarwendah untuk live di TikTok gitu ya. Nah, dugaan itu harus dilaporin juga kepada kepolisian gitu ya. Kami dorong juga kalau memang ada dugaan tindak pidana oleh orang tua gitu ya. Karena bagaimanapun juga orang tua berkewajiban untuk melindungi anak. Tapi kalau dia melakukan eksploitasi anak ya tentu itu merupakan pelanggaran gitu ya," ujar Jasra Putra.

2. KPAI Rekomendasikan Asesmen Psikolog Independen

Selain menawarkan mediasi, KPAI juga mendorong Ruben Onsu dan Sarwendah memanfaatkan layanan psikolog independen di UPT Perlindungan Anak (UPT PA) Jakarta Selatan. Langkah tersebut bertujuan memastikan kondisi psikologis anak tetap terjaga di tengah konflik orang tua.

Jasra Putra menjelaskan perhatian utama KPAI saat ini adalah memastikan situasi anak. Jika diperlukan, KPAI akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pelindungan Anak untuk memberikan pendampingan.

"Iya kami tentu nanti akan mempelajari lebih jauh ya, terutama bagi kami itu adalah bagaimana situasi anak. Nah, kalau memang misalnya situasi anaknya butuh pendampingan, butuh katakanlah asesmen lebih jauh, tentu kami akan minta pemerintah daerah, kalau enggak salah Jakarta Selatan ya, tentu kami akan bersurat kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Pelindungan Anak. Karena di awal kami juga sampaikan, sudahkah kedua orang tua ini mengakses layanan yang ada di pemerintah masing-masing. Kalau enggak salah mereka tinggal di Jakarta Selatan," ujar Jasra Putra dalam tayangan Sambel Lalap.

Lebih lanjut, Jasra mengatakan psikolog independen dapat memberikan penilaian objektif mengenai kondisi lingkungan tempat anak tinggal.

"Kami juga rekomendasikan untuk mengakses UPT PA Jakarta Selatan. Di sana ada psikolog yang bisa mengasesmen ya, karena ini psikolog independen yang dibiayai oleh negara. Maka upaya ini bisa memastikan apakah ananda ini dalam lingkungan mendukung atau tidak," kata Jasra Putra.

3. Pertemuan Ruben Onsu dan Sarwendah Dibatalkan, Mediasi Dipilih di Pengadilan

Jelang sidang, agenda join meeting antara pihak Ruben Onsu dan Sarwendah yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, akhirnya dibatalkan. Pihak Sarwendah memilih agar pembahasan mengenai anak dilakukan melalui mediasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkapkan pihaknya menerima pemberitahuan mengenai pembatalan tersebut dari kuasa hukum Sarwendah.

"Kita sudah langsung mendapatkan kabar ya dari kuasa hukumnya S bahwa pertemuan yang direncanakan join meeting pada tanggal 11 Juli hari ini pukul 16.00 itu kan dibatalkan oleh mereka ya," kata Minola Sebayang dalam tayangan Insertlive, 11 Juli 2026.

Menurut Minola, alasan pembatalan pertemuan adalah karena kedua belah pihak akan membahas persoalan hak asuh melalui proses mediasi di pengadilan.

"Alasan pembatalannya karena ada gugatan hak asuh anak itu. Mereka mengatakan lebih bagus nanti apa pun yang ingin dibicarakan itu akan dibicarakan pada waktu mediasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," ujar Minola Sebayang.

Akibat keputusan tersebut, pihak Ruben Onsu pun memastikan tidak menghadiri agenda yang sebelumnya telah dijadwalkan.

"Tentu kami tidak bisa berbuat apa-apa kecuali tidak akan hadir ya, enggak mungkin hadir lagi dalam pertemuan pada tanggal 11 Juli hari ini. Itu yang membuat pertemuan hari ini dibatalkan," kata Minola Sebayang.

4. Betrand Peto Berikan Dukungan Moral kepada Ruben Onsu

Di tengah proses gugatan hak asuh anak, Betrand Peto mengaku tetap memberikan doa dan dukungan kepada Ruben Onsu maupun Sarwendah. Sebagai anak, ia memilih mendukung keputusan terbaik yang diambil kedua orang tuanya.

Saat ditanya awak media mengenai dukungannya kepada kedua orang tua, Betrand Peto mengatakan:

"Aku doa yang terbaik aja untuk bunda, ayah juga," kata Betrand Peto dalam tayangan Sambel Lalap, 13 Juli 2026.

Ketika ditanya mengenai dukungan terhadap gugatan yang diajukan Ruben Onsu, Betrand menegaskan dirinya hanya bisa memberikan dukungan moral.

"Aku support yang terbaik untuk ayah gitu. Kalau emang itu yang terbaik untuk ayah dan juga memperebutkan haknya ayah, ya aku sebagai anak cuma bisa men-support aja," ujar Betrand Peto.

Betrand juga mengungkapkan bahwa ayahnya merupakan sosok yang jarang memperlihatkan beban yang sedang dihadapi kepada anak-anaknya.

"Ayah itu enggak pernah cerita-cerita hal-hal yang lagi dia rasain. Aku cuman bilang sama ayah ya, sering-sering dibawa dalam doa aja menurut kepercayaan ayah sendiri gitu. Aku sebagai anak juga cuman bisa doa yang terbaik juga untuk ayah. Gitu aja sih," kata Betrand Peto.

Menurut Betrand, dukungan yang bisa ia berikan menjelang sidang hanyalah menjadi teman berbicara sekaligus terus mendoakan ayahnya.

"Enggak bisa kasih support yang gimana sih. Paling penting tuh aku cuman bisa doa, terus juga nyiapin waktu untuk cerita sama ayah. Jadi ada momennya bisa ngobrol berdua sama ayah," ujar Betrand Peto.

Ia juga menggambarkan Ruben Onsu sebagai sosok ayah yang selalu berusaha terlihat tegar di hadapan anak-anaknya meski sedang menghadapi persoalan berat.

"Dia orang yang luar biasa dan cukup kuat, dan juga dia orang yang bisa dibilang paling jago untuk nutupin hal yang bikin dia capek gitu. Jadi dia kalau sama aku, dia selalu menempatkan posisinya sebagai ayah yang hebat dan juga enggak pernah kayak, 'Koh, sorry ya ayah lagi enggak bisa ngobrol.' Kalau aku curhat ya aku lagi malam ini, aku lagi di kampus kayak gini-gini gitu. Jadi dia selalu menempatkan waktu untuk aku bercerita gitu dan aku nyaman cerita sama ayah juga," tutur Betrand Peto.

Sidang perdana gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben Onsu terhadap Sarwendah dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 15 Juli 2026. Proses persidangan tersebut akan menjadi tahapan awal dalam menentukan langkah penyelesaian sengketa hak asuh, termasuk kemungkinan ditempuhnya mediasi di pengadilan sesuai ketentuan yang berlaku.

(anf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:44
02:15
03:17
05:38
09:17
01:20

Viral