news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi pencari kerja (pencaker).
Sumber :
  • Threads/@minimoni2_

Viral Sulitnya Cari Kerjaan, Wanita ini Menangis: Kalau Belum Diterima Mending Amplop Lamaran Dikembalikan

Seorang wanita curhat dirinya masih kesuiltan mendapat pekerjaan. Pencaker itu menceritakan telah mengeluarkan banyak uang demi kerja viral di media sosial.
Jumat, 24 Juli 2026 - 07:57 WIB
Reporter:
Editor :

"Saya pernah kerja di kantor konsultan dan saya disuruh robekin map lamaran orang-orang yang gagal seleksi, dari fotonya dan CV-nya. Sedih lihatnya. Kenapa enggak dibalikan aja ya, satu map bisa berapa ribu nilainya coba?," kata @depyxxx.

Tak sedikit warganet turut mendukung perjuangan wanita tersebut. Bahkan ada yang memberikan tanggapan serupa terkait berkas lamaran yang masuk agar dikembalikan apabila pelamar tidak lolos.

"Iya harusnya kalau memang belum cocok, berkas sama amplopnya dikembalikan. Soalnya belinya juga pakai uang," terang @serenxxx.

"Menurutku, di zaman sekarang emang lebih baik perusahaann itu menyediakan opsi apply online. Bukan karena Jobseeker enggak mau usaha, tapi print CV, beli amplop, fotokopi, sampai ongkos untuk datang satu per satu itu kan butuh biaya, di mana biaya ini sebenarnya pegangan sehari-hari mereka. Jadi, bagi yang belum bekerja, pengeluaran sekecil apa pun tetap terasa," jelas @alonixxx.

Curhatan dari wanita yang resah tidak kunjung mendapat kerjaan menggambarkan kondisi perekonomian Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Belakangan ini, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor menyampaikan bahwa, pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin marak. Hal ini terjadi di tengah tekanan ekonomi global.

Afriansyah menegaskan bahwa, pemerintah Indonesia tetap mendesak agar setia perusahaan tetap wajib memenuhi hak-hak pekerja sesuai ketentuan yang berlaku.

"Memang PHK ini tidak bisa dihindarkan. Perusahaan tidak akan melakukan PHK kalau memang tidak terpaksa betul. Jadi kami menjaga iklim ini dengan sebaik-baiknya," ujar Afriansyah di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Faktor badai PHK di Indonesia tak lepas dari gejolak ekonomi, politik, dan geopolitik dunia. Sejumlah aspek ini sangat memengaruhi kondisi dunia usaha termasuk di Indonesia.

Wamenaker itu menambahkan bahwa, kondisi yang terjadi saat ini membuat sebagian perusahaan terpaksa melakukan efisiensi, termasuk PHK.

"Kita melihat memang dalam situasi yang sedang tidak baik, soal ekonomi global ya, politik dan geopolitik secara global ini memang dampaknya kepada negara kita ini luar biasa. Bukan hanya negara kita, ya negara-negara lain seperti China, Amerika sendiri ya cukup merasakan," tukasnya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

11:10
01:48
08:01
05:28
03:56
01:39

Viral