news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Amanda Manopo dan Suami.
Sumber :
  • Instagram @amandamanopo

Amanda Manopo Bongkar Dugaan Ritual Mistis Mantan Karyawan, Sebut Rumah Ditaburi Tanah Kuburan

Amanda Manopo membongkar dugaan ritual mistis yang dilakukan mantan karyawan. Rumah disebut ditaburi tanah kuburan hingga terekam CCTV.
Selasa, 28 Juli 2026 - 13:36 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Amanda Manopo mengungkap dugaan Ritual Mistis yang dilakukan Mantan Karyawan setelah kasus dugaan penggelapan dana perusahaan mencuat. Aktris tersebut mengaku menemukan bukti rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi yang diduga mengarah pada praktik perdukunan di rumahnya.

Amanda Manopo kini tengah menghadapi persoalan hukum yang melibatkan mantan karyawannya. Selain dugaan penggelapan dana perusahaan hingga hampir Rp3 miliar, ia juga mengaku mengalami teror mistis yang menurutnya sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu.

Pengakuan tersebut disampaikan Amanda saat didampingi kuasa hukumnya, Sandy Arifin, dalam proses melengkapi bukti untuk laporan yang akan diajukan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Menurut Amanda, dugaan ritual mistis itu justru menjadi awal mula terbongkarnya persoalan yang lebih besar.

Amanda mengaku mulai curiga setelah menemukan tindakan tidak lazim yang diduga dilakukan mantan karyawannya. Ia menyebut seluruh dugaan tersebut diperkuat dengan rekaman CCTV yang terpasang di rumahnya.

"Memang agak lucu sih, tuh ketahuannya karena dia ngedukunin saya dulu. Jadi ada bukti-bukti juga, bukti-bukti otentik yang di mana lewat video-video dari CCTV rumah. Ada bukti-buktinya di mana ternyata dia taruh tanah kuburan di rumah saya. Dari minum yang saya minum ternyata itu pun didoa-doain, bahkan dupa. Jadi rumah saya didupa-dupain dan itu pasti kan akan merembet ke mana-mana ya. Apalagi sekarang saya sudah menikah dan punya anak dan dia masih terus melakukan itu sampai sekarang," kata Amanda Manopo dalam tayangan Cumicumi.

Amanda mengungkapkan dugaan tindakan tersebut dilakukan sebelum dirinya menikah dengan Kenny Austin. Menurutnya, pelaku diduga memiliki motif untuk merusak hubungan asmaranya yang saat itu sedang dijalani bersama sang suami.

"Dia melakukan itu karena waktu itu saya memang ada punya hubungan sama suami saya sekarang dan dia tuh ingin memecahin. Waktu itu saya tanya, dia melakukan itu karena memang ada niatan yang ingin memecahkan. Kalau misalkan saya cari tahu, kayak tanah kuburan menurut saya itu kayak mau mencelakai ya. Jadi ketika tahu itu semua, saya akhirnya langsung melakukan tindakan dan habis itu kita mengaudit semuanya dari rekening PT dan akhirnya terlihat sangat jelas sekali," ujar Amanda Manopo.

Amanda menambahkan bahwa selama mantan karyawan tersebut bekerja, dirinya tidak menyadari adanya dugaan tindakan tersebut. Namun, situasinya berubah ketika hubungan dengan Kenny Austin mulai terjalin.

"Selama bekerja saya enggak tahu, mungkin saya enggak ngerasa soalnya. Tapi semenjak saya ada punya hubungan sama suami saya, di situ dia sudah mulai terlihat sangat jelas ingin memecahkan hubungan dan akhirnya melakukan perdukunan," tutur Amanda Manopo.

Meski demikian, Amanda menegaskan dirinya tidak percaya dengan praktik mistis tersebut. Ia mengaku lebih terganggu karena tindakan itu turut berdampak pada orang-orang di sekitarnya, termasuk keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya.

"Kalau aneh-aneh sih puji Tuhan saya percaya sama Tuhan saya yang besar banget. Jadi saya enggak percaya dengan hal-hal itu. Tapi kan kalau ini juga namanya mengganggu ya, mengganggu orang-orang yang ada di rumah, tetangga-tetangga saya. Itu udah buat saya jadinya malu sendiri lah," ucap Amanda Manopo.

Di balik dugaan ritual mistis tersebut, Amanda juga mengaku mengalami kerugian finansial yang diperkirakan mencapai hampir Rp3 miliar akibat dugaan penggelapan dana perusahaan. Kasus itu kini tengah dipersiapkan untuk dilaporkan secara resmi setelah seluruh bukti, termasuk rekening koran dan keterangan para saksi, dinyatakan lengkap oleh tim kuasa hukumnya.

Kuasa hukum Amanda Manopo, Sandy Arifin, mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan penyidik dan kini hanya tinggal melengkapi beberapa dokumen pendukung sebelum laporan resmi diajukan.

"Kami sudah konsultasi dengan penyidik. Memang ada beberapa berkas yang harus kita lengkapi terkait rekapitulasi rekening koran. Tapi untuk data-data yang tadi kita sampaikan sudah kita sampaikan, hanya kekurangan tadi. Mungkin setelah kita tadi diskusi sama Kak Manda, kita akan membuat laporan resmi itu di minggu depan hari Selasa sekaligus juga melengkapi rekapitulasi dan juga rekening koran dari klien kami," ujar Sandy Arifin.

Sandy mengatakan, selain bukti transaksi keuangan, tim hukum juga sedang menyiapkan sejumlah saksi yang mengetahui dugaan penggelapan dana perusahaan.

"Terus juga mungkin saksi-saksi akan kita lengkapi juga. Ada beberapa orang yang memang rekeningnya digunakan terkait dengan indikasi diduga adanya penggelapan uang dari perusahaan itu digunakan dengan salah satu pegawai yang ada di tempatnya Kak Manda bekerja," jelas Sandy Arifin.

Menurut Sandy, fokus utama laporan yang akan diajukan saat ini adalah dugaan penggelapan dana perusahaan. Sementara dugaan pelanggaran lainnya, termasuk yang berkaitan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), akan dipelajari lebih lanjut setelah proses hukum berjalan.

"Untuk sementara ini kita fokus untuk penggelapan uang dari uangnya Kak Manda dan perusahaannya. Tadi juga sudah kita diskusi terkait juga dengan Undang-Undang ITE, tapi kita lebih mendalami lagi nanti setelah laporan ini berjalan. Karena di Undang-Undang ITE itu memang tadi setelah kita lihat ada beberapa postingan yang memang merugikan dan juga membuat klien kami juga merasa terhina dengan kata-kata yang bersangkutan. Jadi kita fokusnya kepada penggelapan uang dulu," terang Sandy Arifin.

Ia memastikan seluruh bukti dan saksi terus dipersiapkan agar laporan yang diajukan memiliki dasar yang kuat.

"Seperti tadi kami sampaikan, kita sudah menyiapkan semua bukti tinggal menunggu beberapa bukti terkait yang tadi kami sampaikan. Jadi ada bukti rekening koran dan juga rekapitulasinya juga kita lagi lengkapi. Terus kemudian saksi-saksi juga sudah saya brief, sudah saya pertanyakan juga ke manajemennya Kak Manda siapa-siapa yang akan hadir. Insyaallah minggu depan setelah buat laporan berikutnya kita akan siapkan semua saksi yang memang mengetahui kejadian tersebut," tutur Sandy Arifin.

Sandy menambahkan, pihaknya berencana menghadirkan tiga hingga empat orang saksi, baik dari internal manajemen maupun pihak netral di luar perusahaan.

"Tiga sampai empat. Jadi mungkin dari manajemen dan dari luar, dari orang tengahnya juga orang yang netral akan kita hadirkan juga. Saksi ahli juga nanti akan kita siapkan juga," pungkas Sandy Arifin.

(anf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:13
04:41
02:25
02:24
01:47
02:15

Viral