news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Potret jenazah bocah laki-laki 8 tahun dibawa pakai motor di Pandeglang, Banten viral di media sosial.
Sumber :
  • Istimewa

Viral Jenazah Bocah 8 Tahun Dibawa Pakai Motor di Pandeglang, Lewati Jalan Rusak

Video jenazah bocah laki-laki 8 tahun dibawa menggunakan motor di Pandeglang, Banten viral di media sosial. Ia meninggal dunia di tengah melewati jalan rusak.
Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:47 WIB
Reporter:
Editor :

Pandeglang, tvOnenews.com - Sebuah video memperlihatkan jenazah seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun viral di media sosial. Jenazahnya terekam sedang dibawa sejumlah warga di Desa Pasirlancar, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Dilihat tvOnenews.com dari video yang viral di media sosial, Rabu (5/8/2026), sejumlah warga membawa jenazah bocah tersebut. Sang paman memegang erat keponakannya saat melewati jalan rusak di kawasan Desa Pasirlancar.

Berdasarkan informasi yang beredar, jenazah anak berusia 8 tahun itu bernama Haetami. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit setempat akibat mengalami patah tulang di bagian tangan.

Seorang warga Desa Pasirlancar, Mugni mengungkapkan bahwa, korban meninggal dunia ketika ingin dibawa pulang melintasi jalan rusak di kawasan itu. Sayangnya bocah itu menghembuskan napas terakhir di atas sepeda motor.

"Dia mengalami patah tulang. Kemudian, berobat langsung pulang dan di perjalanan meninggal dunia di atas motor," ujar Mugni, Selasa (4/8/2026).

Ia berpendapat alasan jenazah bocah tersebut dibawa menggunakan kendaraan sepeda motor. Hal ini tak lepas dari birokrasi terhadap pemerintah desa setempat sebagai alasan keluarga tidak meminjam mobil ambulans.

Ia menambahkan, pihak keluarga khawatir pengurusan peminjaman mobil ambulans sangat ribet. Hal ini membuat mereka memutuskan untuk membawa bocah berusia 8 tahun itu menggunakan motor.

"Alasannya logis, keluarga enggak konfirmasi ambulans karena kalau konfirmasi pasti ribet. Kalau dari informasi sebelumnya, itu tidak gerak cepat, sementara pihak keluarga mau cepat makanya pakai sepeda motor," terangnya.

Tambah dia, keluarga mempunyai penilaian terkait kondisi jalan yang rusak. Hal ini dianggap dapat menghambat perjalanan dan bisa lebih lama apabila menggunakan mobil ambulans.

"Jalan juga rusak itu sudah puluhan tahun. Motor pilihan paling cepat," imbuhnya.

Dari kejadian ini, Mugni hanya menyampaikan harapan besarnya. Peristiwa bocah berusia 8 tahun itu diharapkan tidak terulang lagi ke depannya.

Ia mendesak pemerintah desa bisa lebih proaktif. Setidaknya responsif sangat dibutuhkan oleh warga saat ini khususnya mengenai kebutuhan peminjaman mobil ambulans.

"Kadang-kadang ambulans susah digunakan," tambahnya.

Sekretaris Desa Ppasirlancar, Herman tidak membantah adanya peristiwa bocah berusia 8 tahun itu meninggal dunia di atas motor saat berada di tengah perjalanan.

Herman menambahkan, pihaknya sama sekali tidak mengetahui ada warga yang sakit namun sangat membutuhkan mobil ambulans. Penyebabnya tak lain karena belum ada permohonan peminjaman.

"Pihak keluarga katanya lebih memilih membawa jenazah menggunakan sepeda motor," kata Herman.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:14
02:20
02:18
05:03
02:41
01:41

Viral