- X @LambeSahamjja
Kisah Lengkap Yurizal Tri Chaerawan, Pasien BPJS yang Viral di Media Sosial
Selain dr. Benny, komentar dr. Elda Putri Rahardini juga menjadi perhatian publik. Melalui akun Threads pribadinya, ia menulis:
"Foto profilnya kayak orang punya, tapi aslinya tidak punya kah? Tidak punya beberapa sel otak."
Komentar tersebut menuai kritik karena dinilai merendahkan pasien. Padahal, dr. Elda diketahui merupakan dokter berprestasi sekaligus penerima beasiswa LPDP untuk pendidikan spesialis penyakit dalam.
Tak hanya itu, Hilda Clarissa Theopilus yang juga menjadi sorotan akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui akun Threads pribadinya.
"Saya Hilda Clarissa Theopilus, tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rara Meha, dengan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas unggahan dan komentar saya di media sosial yang telah menyakiti hati masyarakat, pasien, rekan sejawat, maupun institusi tempat saya bekerja."
Polemik komentar sejumlah oknum tenaga kesehatan tersebut memicu kemarahan masyarakat karena dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan etika profesi.
Kabar Duka Yurizal
Sembilan hari setelah mengunggah curhatannya, tepatnya pada Jumat, 31 Juli 2026, keluarga mengabarkan bahwa Yurizal Tri Chaerawan telah meninggal dunia. Hingga kini belum ada bukti medis resmi yang menyatakan bahwa wafatnya Yurizal disebabkan secara langsung oleh lamanya waktu menunggu ruang rawat inap.
Kabar duka tersebut pertama kali disampaikan oleh sepupu almarhum melalui akun Threads @hilperd.
"Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 Juli kemarin, karena terlambat ditanganin RS karena sudah gawat banget."
Ia kemudian menambahkan:
"Maafin sepupu saya kalau curhat gini di Threads. Sebelumnya dia sakit enggak pernah cerita-cerita ke mana, bahkan ke keluarga. Apa-apa nyimpen sendiri. Sudah ya, jangan ada benci lagi di sini."
Kesaksian lain datang dari sahabat dekat almarhum, Firhan Arief, yang mengaku mendampingi Yurizal sejak pertama kali masuk IGD hingga mengembuskan napas terakhir.
"Saya sahabat dekat Alm. Yurizal. Saya yang tahu riwayat penyakit almarhum dari awal sampai almarhum hembuskan napas terakhir."
Firhan menjelaskan bahwa Yurizal harus menunggu CT Scan hingga 48 jam, memperoleh ruang rawat inap setelah dua hari berada di IGD, bahkan sempat tidak mendapatkan ruang HCU karena penuh.