news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tio Ferdian Rahmana Runner Up Raka Raki Jatim 2026 Diduga Pernah Terlibat Kasus Serupa pada 2024.
Sumber :
  • X @selinaby

Tak Tinggal Diam, Paguyuban Cak Ning Surabaya Kawal Kasus Dugaan Aborsi ke Singapura

Seorang Finalis Raka Raki Jawa Timur 2026, Tio Ferdian Rahmana jadi sorotan publik diduga terlibat kasus kekerasan seksual meminta kekasih aborsi ke Singapura
Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:05 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Seorang Finalis Raka Raki Jawa Timur 2026 bernama Tio Ferdian Rahmana kini tengah menjadi sorotan publik lantaran terseret kasus dugaan kekerasan seksual minta kekasihnya aborsi janin ke Singapura.

Namanya yang dahulu dikenal sebagai duta wisata di Jawa Timur, selain meraih posisi Runner-up Raka Raki Jawa Timur 2026, dirinya juga terpilih sebagai Cak Surabaya 2023.

Kini Namanya disebut dalam sebuah cuitan pada akun X @selinaby2 yang mengaku sebagai kekasih dari Tio Ferdian Rahmana.

Menanggapi kasus dugaan tersebut, Paguyuban Cak dan Ning Surabaya mengambil sikap tegas dengan mengeluarkan pernyataan resmi.

Pernyataan Sikap Resmi Paguyuban Cak dan Ning Surabaya
Sumber :
  • Instagram @cakningsby

Paguyuban Cak dan Ning Surabaya memberikan perhatian serius terhadap kasus dugaan tindakan kekerasan seksual. Keputusan ini disampaikan pada akun Instagram @cakningsby. 

“Sehubungan dengan adanya laporan serta informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan tindakan kekerasan seksual yang terjadi, kami memandang serius setiap informasi yang berkaitan dengan dugaan tindakan tersebut,” tulis dalam keterangan resmi Paguyuban Cak dan Ning Surabaya, dikutip pada Senin (10/8/2026).

Pihaknya menyatakan bahwa segala bentuk tindakan yang berpotensi mengarah kepada kekerasan seksual tidak dibenarkan.

“Paguyuban Cak dan Ning Surabaya menegaskan bahwa: 1. Segala bentuk tindakan yang berpotensi berlawanan dengan norma etika masyarakat, merendahkan martabat, melanggar batas pribadi, maupun mengarah pada kekerasan seksual tidak dapat dibenarkan dan tidak memiliki tempat dalam lingkungan organisasi,” tulis dalam pernyataan sikap tersebut.

Paguyuban ini tengah melakukan investigasi serta pendalaman informasi mengenai kasus dugaan kekerasan seksual ini.

“Saat ini kami tengah melakukan serangkaian investigasi, klarifikasi, serta pendalaman secara menyeluruh terhadap seluruh informasi dari kedua belah pihak yang terkait guna memastikan setiap fakta diperoleh secara utuh dan dapat dipertanggungjawabkan,” terangnya.

Tak hanya itu, pihaknya memastikan proses pemeriksaan dapat berlangsung tanpa tekanan maupun tindakan yang dapat menghalangi proses tersebut.

“Kami berkomitmen penuh memastikan proses pemeriksaan berlangsung bebas dari tekanan maupun tindakan yang dapat mengganggu proses tersebut, sekaligus mengecam dan tindak mentoleransi segala bentuk kekerasan seksual, pelecehan, intimidasi, ancaman, pembalasan, maupun tindakan lain yang merendahkan martabat manusia dan akan mengambil sikap dan tindakan tegas sesuai dengan ketentuan dan nilai-nilai yang berlaku dalam organisasi,” pungkasnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:19
01:38
01:32
04:35
04:23
06:18

Viral