- Tangkapan layar YouTube Uya Kuya TV
Sederet Polemik Habib Bahar bin Smith Sepanjang 2026, dari Kasus Penganiayaan hingga Geruduk Pabrik Miras
Namun, penghentian selama tujuh hari belum memenuhi tuntutan massa yang menginginkan penutupan permanen. Habib Bahar tetap meminta agar operasional pabrik dihentikan secara permanen dan menyatakan penolakannya terhadap keputusan penghentian sementara tersebut.
Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa polemik Habib Bahar sepanjang 2026 muncul dalam beberapa konteks berbeda. Pada awal tahun, ia menghadapi proses hukum terkait dugaan penganiayaan anggota Banser. Sementara pada pertengahan hingga Agustus, aktivitasnya lebih banyak terlihat dalam aksi penolakan LGBTQ dan miras.
Polemik terbaru kemudian berkembang dari aksi di The Sounds Project hingga tuntutan penghentian produksi di pabrik miras Citeureup. Proses hukum terkait insiden di festival musik juga masih menjadi bagian dari perkembangan kasus, sementara keputusan mengenai penutupan permanen pabrik belum menjadi hasil akhir.
Dengan demikian, sejumlah polemik yang melibatkan Habib Bahar pada 2026 mencakup persoalan hukum dan aktivitas di ruang publik. Perkembangan masing-masing persoalan masih bergantung pada proses hukum, keputusan pemerintah daerah, serta pembahasan antara pihak perusahaan dan tokoh masyarakat terkait.
(anf)