- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Nekat Temui Dedi Mulyadi demi Lunasi Tagihan RS Rp166 Juta, Ibu Ini Justru Dapat Teguran Keras
tvOnenews.com - Dedi Mulyadi didatangi Ibu Lilis yang membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan tagihan perawatan di RS Hasan Sadikin sebesar Rp166 juta. Mengalami patah tulang akibat kecelakaan, Ibu Lilis berharap biaya tersebut dapat dibantu. Namun, Dedi Mulyadi justru mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan dan kelengkapan berkendara.
Ibu Lilis mengalami kecelakaan motor setelah menabrak sebuah truk angkutan pasir. Ia mengaku saat kejadian sedang melamun sehingga tidak menyadari kondisi di sekitar. Akibat kecelakaan tersebut, ia mengalami patah tulang dan harus menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin selama sekitar 20 hari.
Persoalan biaya kemudian menjadi kendala karena status BPJS Ibu Lilis sedang tidak aktif akibat keterlambatan pembayaran. Kondisi tersebut membuat biaya perawatan dan operasi tidak dapat ditanggung BPJS. Total tagihan rumah sakit yang harus dihadapi Ibu Lilis disebut mencapai Rp166 juta.
Ibu Lilis kemudian menemui Dedi Mulyadi untuk meminta bantuan menyelesaikan persoalan tagihan tersebut. Selain biaya perawatan sebelumnya, ia juga masih membutuhkan tindakan medis lanjutan, tetapi terkendala persoalan administratif yang berkaitan dengan rumah sakit dan Kementerian Keuangan.
Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi lebih dulu menyoroti kondisi Ibu Lilis saat mengalami kecelakaan. Ia menilai musibah memang dapat terjadi kepada siapa saja, tetapi setiap orang tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan dirinya ketika berkendara.
Dedi Mulyadi juga menyinggung kelengkapan administrasi kendaraan dan pengendara. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam pertemuan itu, Ibu Lilis diketahui tidak memiliki SIM dan menggunakan sepeda motor yang tidak dilengkapi STNK atau disebut bodong.
Dedi Mulyadi kemudian menyampaikan pandangannya mengenai berbagai kondisi warga yang membutuhkan bantuan. Ia mengatakan dirinya lebih bersemangat membantu orang yang mengalami musibah dalam keadaan tertentu, tetapi mengingatkan bahwa masyarakat juga perlu berupaya mencegah risiko yang sebenarnya dapat dihindari.
“Saya ini senang, Bu, kalau ditolong orang dibacok. Kenapa? Karena dia dizalimi orang. Nolong orang. Kenapa? Sakit. Sakitnya itu akibat kerja, akibat itu, akibat ini. Senang banget. Terus kemudian nolong orang yang melahirkan. Melahirkannya anak kedua. Tapi memang tidak mampu, caesar, senang banget,” ucap Dedi Mulyadi.
“Ini saya ngomong pribadi pengin ditolong di rumah sakit, dibacok karena tawuran. Enggak senang saya gitu loh. Ini ngomong senang tidak senang kan orang punya hati, ya. Terus kemudian pengin nolong orang apa? Tabrakan. Tabrakannya habis main, ya senang. Tapi tabrakannya ditabrak orang habis kerja, senang. Wah saya semangat ngebantunya juga,” lanjut Dedi Mulyadi.
“Kenapa? Karena semuanya takdir, tapi setiap orang semestinya menjaga dirinya. Kalau sudah susah, susah semua,” tutur Dedi Mulyadi.
Setelah menyampaikan pandangannya, Dedi Mulyadi menanyakan kondisi Ibu Lilis dan keluarganya. Ibu Lilis kemudian menyampaikan maksud kedatangannya untuk meminta bantuan agar persoalan tagihan rumah sakit yang dihadapinya dapat diselesaikan.
“Bapak sama ibu gimana maksudnya sekarang?” tanya Dedi Mulyadi.
“Pengen dibebaskan, ke bapak,” jawab Ibu Lilis.
Dedi Mulyadi kemudian menyampaikan imbauan kepada masyarakat Jawa Barat agar lebih memperhatikan keselamatan saat bepergian menggunakan sepeda motor. Ia juga menyinggung pentingnya memastikan kendaraan dan dokumen pengendara telah memenuhi ketentuan.
“Saya hanya ini aja nih peringatan bagi seluruh warga Jabar. Mohon kalau tidak penting-penting amat jangan keluar rumah naik motor, motornya bodong. Saya ya tiap hari nemuin yang gini. Tapi kan saya ingin setiap orang juga mulai menjaga dirinya gitu,” tegas Dedi Mulyadi.
Nasihat tersebut disampaikan Dedi Mulyadi di tengah kondisi Ibu Lilis yang membutuhkan bantuan medis. Ia menekankan bahwa pemerintah memang memiliki tanggung jawab membantu masyarakat, tetapi warga juga perlu mengambil langkah untuk menjaga keselamatan diri dan mengurangi risiko ketika berada di jalan.
Meski memberikan teguran mengenai keselamatan berkendara, Dedi Mulyadi tetap membantu persoalan yang dihadapi Ibu Lilis. Ia meminta timnya mengurus masalah administratif yang berkaitan dengan tagihan rumah sakit serta memastikan Ibu Lilis dapat kembali memperoleh perawatan.
Dedi Mulyadi juga menginstruksikan timnya untuk menjemput Ibu Lilis menggunakan ambulans pada Selasa dan mengantarnya ke RS Hasan Sadikin. Biaya operasi lanjutan Ibu Lilis juga disebut akan ditanggung, sementara persoalan administrasi terkait tagihan akan dibantu penyelesaiannya. Namun, Ibu Lilis terlihat masih bingung dengan maksud Dedi Mulyadi.
“Bu, kan kalimat saya sudah jelas. Ibu hari Selasa dijemput sama Sulor (staf Dedi Mulyadi) dengan mobil ambulansnya. Ibu dibawa ke rumah sakit, diurusin sama kita. Hal-hal yang menyangkut masalah Kementerian Keuangan kita beresin. Ngerti enggak? Ya sudah, Ibu tinggal jalanin itu,” ucap Dedi Mulyadi.
Sebelum berpisah, Dedi Mulyadi juga memberikan uang kepada Ibu Lilis, suami, dan anaknya untuk biaya perjalanan pulang. Dengan bantuan tersebut, Ibu Lilis dapat kembali menjalani proses perawatan sekaligus menyelesaikan persoalan administratif yang sebelumnya menjadi kendala.
(anf)