Kabar Baru! Warga Jabar Wajib Tahu kalau Halaman Gedung Sate Punya Nama Baru, Begini Maknanya
- Cepi Kurnia/tvOne
Jakarta, tvOnenews.com- Kabar terbaru dari Jawa barat, ada nama baru yang disematkan untuk halaman Gedung Sate. Hal itu dijelaskan Gubernur Dedi Mulyadi, apa itu, dan apa maknanya?.
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi disapa KDM secara resmi menamai halaman Gedung Sate yang baru selesai dipugar dan disatukan dengan Lapangan Gasibu, jadi Pasanggrahan Pancarasa.
Dibalik dari nama halaman Gedung Sate yang baru yaitu Pancarasa, ternyata memiliki makna filosofis lima indra manusia yang harus difungsikan secara ikhlas, yakni mata melihat, telinga mendengar, hidung menghirup, lidah berucap, dan hati yang ikhlasdifungsikan juga sebagai ruang terbuka hijau.
Sementara makna dari Pasanggrahan itu tempat berkumpul. Secara umum akan terbayang kan nama dengan visual halaman Gedung Sate baru ini.
"Pancarasa artinya kita punya lima rasa: punya mata harus melihat, punya telinga mendengar, hidung menghisap, lidah berucap, dan punya hati harus ikhlas. Ini resmi dibuka untuk masyarakat per hari ini," ujar Dedi Mulyadi di Gedung Sate Bandung, Senin (17/8).
Jadi secara jelas halaman Gedung Sate sudah terbuka untuk umum. Sehingga masyarakat bisa merasakan wajah baru halaman Gedung Sate.
KDM menyampaikan bahwa pembenahan daerah tidak hanya bergantung pada mentalitas pejabat birokrasi, tetapi juga memerlukan kesadaran disiplin dari masyarakat itu sendiri.
Dengan itu, dia menyerukan pembenahan mentalitas masyarakat dalam menjaga lingkungan, di manapun di seluruh Jabar.
- ANTARA
"Yang harus diperbaiki itu bukan hanya mentalitas pejabat, rakyat juga harus diperbaiki. Di Bandung ini ada satu saluran air di depan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang sampahnya 32 tahun baru diangkat," jelas KDM dalam antara, dikutip Rabu (19/8).
"Bertumpuk karena saluran airnya digunakan pedagang dan sampahnya tidak diperhatikan. Ini problem yang harus kita merdekakan," tutur Dedi menambahkan," sambungnya.
Seperti diketahui, sebelumnya, penataan Gedung Sate Bandung dilaksanakan mulai pertengahan April 2026 dan selesai di pertengahan Agustus 2026.
Dijelaskan, perbaikan itu membuat halaman Gedung Sate bersatu dengan Lapangan Gasibu di depannya.
Dedi Mulyadi pernah menyebut bahwa proyek yang menelan biaya hingga Rp15 miliar ini, membuat Jalan Diponegoro menjadi satu dengan Gedung Sate dan Gasibu.
Load more