Dedi Mulyadi Semprot Pejabat Jabar: Budaya Feodal!
- YouTube Humas Jabar
tvOnenews.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat luas pada peringatan HUT ke-81 RI di Halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (17/8/2026).
Dalam amanatnya, pria yang akrab disapa KDM ini menyentil keras kultur feodalisme pejabat daerah yang kerap menuntut kenaikan tunjangan dan fasilitas berlebihan di tengah kemiskinan rakyat.
Dedi menegaskan bahwa para pejabat seharusnya malu terus-terusan menggerogoti uang negara demi kepentingan pribadi, sementara warga masih kesulitan mengakses pendidikan dan layanan kesehatan.
- YouTube Humas Jabar
Setop Beli Mobil Dinas Baru, Dialihkan untuk Hak Dasar Rakyat
KDM meminta seluruh sistem keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ditata ulang.
Ia memerintahkan penundaan belanja anggaran yang tak menyentuh akar masalah rakyat, seperti pengadaan kendaraan dinas baru hingga penataan rumah dinas yang berlebihan.
"Menunda membeli mobil baru menggunakan uang negara, menunda membeli baju baru, menunda menambah properti di rumah dinas. Seluruh penundaan itu diarahkan untuk mengangkat derajat masyarakat," tegas Dedi Mulyadi.
Ia menekankan bahwa penghematan anggaran tersebut harus disalurkan secara presisi untuk menjamin program sekolah 12 tahun gratis serta pembebasan biaya pengobatan di rumah sakit.
Dedi menegaskan tak boleh ada lagi warga Jabar yang KTP-nya ditahan rumah sakit akibat tak mampu membayar perawatan.
- istimewa - antaranews
Sindir Budaya Rapat Mewah dan Perilaku Feodal Birokrasi
Tak berhenti di situ, KDM juga menyoroti kebiasaan birokrasi yang gemar melakukan kunjungan kerja dan kegiatan seremonial yang hanya membuang-buang anggaran.
"Berapa sih uang kita yang dibuangin untuk kegiatan rutinitas? Kunjungan kerja, rapat-rapat mempercantik ruangan, laptop ganti tiap tahun, layar digital diganti tiap tahun tapi enggak punya makna. Uangnya habis di ruang rapat puluhan juta, makannya Rp300.000, rakyatnya tidak bisa berbuat apa-apa," cercecarnya.
Mengingat sejarah kelam Priangan era kolonial, Dedi mengingatkan bahaya mentalitas feodalistik yang menjajah bangsanya sendiri.
"Penjajah memang kejam, tapi perilaku feodalistik yang suka menjajah bangsanya sendiri jauh lebih kejam. Mari kita tinggalkan seluruh tradisi itu dengan tidak menuntut terlalu banyak pada negara, tapi memberikan yang terbaik untuk publik," pungkas KDM.
Load more