- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Niatnya Cek Ruang Kelas, Dedi Mulyadi Malah Kaget Siswa SMAN 2 Cikarang Tak Bisa Hitung Pembagian Dasar
“Ada yang mana Bu gurunya? Jelasin guru matematikanya mana, Bu. Apa yang menjadi problem dari anak-anak ini?” tanya Dedi Mulyadi.
Guru matematika tersebut kemudian mengungkapkan bahwa kemampuan berhitung para siswa memang masih menjadi persoalan. Menurutnya, kesalahan dalam menghitung bahkan sudah terlihat sejak siswa berada di kelas 10.
“Menghitungnya masih kurang banget, Pak. Dan kelas 10 pun cara menghitungnya itu masih banyak kesalahan-kesalahan itu, Pak. Memang dari kelas 10. Waktu pernah dari sudah kelas 3 saya tanya 1 x 0 aja enggak bisa, Pak,” jawab ibu guru.
Mendengar penjelasan tersebut, Dedi Mulyadi kembali mengingatkan pentingnya matematika dasar bagi siswa yang nantinya ingin bekerja di kawasan industri. Ia juga menyinggung keterkaitan kemampuan berhitung dengan pelajaran ekonomi dan akuntansi yang dipelajari siswa jurusan IPS.
“Mereka itu kan nanti kalau masuk industri kan diseleksi. Dan setiap masuk pabrik pasti seleksinya matematika dasar. Akuntansinya gimana kalau bisa ngitung gini? Kan dia berarti IPS. Ada akuntansi kan? Ada ekonomi ada kan ya?” tanya Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi kemudian kembali mempertanyakan faktor yang membuat kemampuan berhitung siswa masih kurang. Menurutnya, kemampuan menghitung tidak hanya dibutuhkan ketika mengikuti seleksi kerja, tetapi juga dalam berbagai mata pelajaran yang berkaitan dengan angka.
“Pokoknya mau pelajaran ekonomi, mau pelajaran akuntansi, ya pasti ujungnya ngitung. Ini problemnya apa?” tanya Dedi Mulyadi serius.
Guru matematika tersebut menduga penggunaan HP menjadi salah satu faktor yang membuat siswa kurang fokus belajar. Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah kini sudah melarang penggunaan HP di kelas agar siswa dapat lebih berkonsentrasi selama pembelajaran.
“Problemnya mungkin terlalu banyak itu kali ya, Pak. Apa kadang suka banyak main HP. Jadi belajarnya sekarang HP di sini kita sudah melarang,” ucap ibu guru.
Dedi Mulyadi kemudian menanggapi penggunaan HP yang masih terlihat ketika dirinya berada di kelas. Ia meminta siswa yang membawa HP untuk mengikuti pembelajaran matematika dan kembali fokus pada materi yang diberikan guru.
“Oh, di kelas masih pakai mereka tadi. Masih pakai. Masih mana yang bawa HP tadi? Ayo diajarin sama Ibu, ya. Silakan, Bu,” ujar Dedi Mulyadi.