- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Dedi Mulyadi Galang Dana Rp4 Miliar untuk Korban Bencana NTT, Gandeng Pemprov dan Pengusaha Jabar
tvOnenews.com - Dedi Mulyadi menggalang dana untuk membantu korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut. Dalam aksi galang dana ini, Dedi menggandeng Pemprov Jabar, pengusaha, hingga sejumlah lembaga dan berhasil menghimpun bantuan sekitar Rp4 miliar.
Upaya Dedi Mulyadi menggalang dana tersebut dilakukan setelah gempa NTT yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Ia mengajak berbagai pihak di Jabar untuk ikut membantu warga yang terdampak bencana meski lokasi kejadian berada di luar wilayah Jawa Barat.
Dalam penggalangan dana itu, sejumlah pihak di Jabar memberikan kontribusi untuk korban NTT. Bantuan tersebut berasal dari ASN Pemda Provinsi Jawa Barat, Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat, Baznas Jabar, Kadin Jabar, Apindo, BJB Peduli, hingga sejumlah pengusaha.
Dedi Mulyadi menjelaskan alasan dirinya mengajak masyarakat Jabar ikut membantu warga NTT. Menurutnya, kepedulian terhadap korban bencana tidak seharusnya dibatasi oleh wilayah administratif karena masyarakat dari daerah lain juga pernah memberikan bantuan ketika Jawa Barat mengalami musibah.
“Kita tahulah ada musibah yang dialami oleh warga Nusa Tenggara Timur. Ya, walaupun itu di luar Provinsi Jawa Barat, kan kita hidup harus saling membantu karena pada saat di Jabar ada musibah pun orang luar daerah suka bantu ke Jawa Barat,” ucap Dedi Mulyadi di kanal YouTube pribadinya yang diunggah pada 19 Agustus 2026.
Dedi juga mengingat kembali bantuan yang pernah diberikan kepada korban bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Ia menilai kehadiran dan kepedulian dari orang lain dapat memberikan kebahagiaan bagi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit.
“Nah, kemarin juga kan waktu Aceh, Sumatera Utara kita bisa membantu walaupun tidak terlalu besar, tapi sedikit banyaknya kan meringankan orang yang lagi kesusahan. Karena prinsip orang yang lagi kesusahan itu sebenarnya jangankan membawa bantuan, ditengok saja sudah jadi kebahagiaan. Itu ciri ya, ciri orang yang lagi susah. Apalagi kalau ditengok bawa bantuan kan lebih bahagia lagi,” lanjut Dedi Mulyadi.
Selain mengumpulkan dana, Dedi Mulyadi juga mengarahkan agar bantuan untuk NTT dapat dibelanjakan di wilayah sekitar lokasi bencana. Menurutnya, cara tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan mengirim berbagai barang dari Jawa Barat yang membutuhkan waktu dalam proses pengiriman.
“Nah, kemudian ya kita ingin dalam minggu ini sudah ada berangkat ke sana. Tetapi kalau berangkat ke sana jangan suka bawa barang. Tetapi dibiasakan kita cari barang di lokasi nanti, kan kayak kemarin kan efektif tuh kalau orang tuh ngirim belinya di Jakarta dikirim lama, kalau beli di sana mudah-mudahan masih ada, kan gitu. Jadi sekarang dari sini dulu dari internal kita,” tegas Dedi Mulyadi.
Dalam rapat pengumpulan bantuan tersebut, Dedi kemudian menanyakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia meminta Sekretaris Daerah Pemprov Jabar menyampaikan jumlah bantuan yang telah disiapkan dari lingkungan pemerintah daerah.
“Pemprov, apa yang Bapak siapin sebagai sekretaris daerah?” tanya Dedi Mulyadi.
“Siap. Yang sudah siap dari keluarga besar ASN Pemda Provinsi Jawa Barat Rp400 juta. Kemudian dari Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat Rp100 juta,” jawab Sekda Pemprov Jabar.
Dari angka tersebut, terkumpul Rp500 juta dari ASN Pemda Provinsi Jawa Barat dan Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat. Dedi Mulyadi kemudian menyebut dirinya turut memberikan Rp500 juta sehingga jumlah awal yang terkumpul mencapai Rp1 miliar.
“Jadi dari ASN Rp400 juta, dari Kwarda Rp100 juta, jadi 500. Ditambah dari saya Rp500 juta, jadi Rp1 miliar, ya,” ujar Dedi Mulyadi.
Penggalangan dana tersebut kemudian melibatkan sejumlah lembaga dan pihak swasta di Jawa Barat. Berdasarkan rincian yang disampaikan, dana berasal dari ASN Pemda Provinsi Jawa Barat sebesar Rp400 juta dan Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat Rp100 juta.
Gubernur Jawa Barat memberikan Rp500 juta, sementara Baznas Jawa Barat menyumbang Rp1 miliar. Selanjutnya, Kadin Jawa Barat memberikan Rp200 juta dan Apindo sebesar Rp500 juta.
Dukungan juga datang dari PT Buana Kassiti melalui Joko sebesar Rp200 juta serta BJB Peduli yang memberikan Rp1 miliar. Dedi Mulyadi turut menambahkan bantuan pribadi sebesar Rp200 juta.
Dalam perkembangan pengumpulan dana, Dedi Mulyadi kemudian menanyakan kembali jumlah bantuan yang sudah terkumpul kepada stafnya. Saat itu, jumlah sementara yang dihitung mencapai Rp3,8 miliar.
“Sudah jadi berapa terkumpul?” tanya Dedi Mulyadi kepada stafnya.
“Pertama Rp400 juta ASN, Rp100 juta Kwarda, Gubernur Rp500 juta, Baznas Rp1 miliar, Kadin Jabar Rp200 juta, Apindo Rp500 juta. Pak Joko dari PT Buana Kassiti Rp100 juta, BJB Peduli Rp1 miliar. Rp3,8 miliar, Pak,” ucap Dedi Supandi.
Setelah perhitungan tersebut, terdapat tambahan masing-masing Rp100 juta dari PT Buana Kassiti dan Dedi Mulyadi. Dengan tambahan itu, total dana yang berhasil dihimpun untuk bantuan korban bencana NTT mencapai Rp4 miliar.
Selain bantuan dari penggalangan dana di Jawa Barat, Kementerian Sosial juga telah menyalurkan bantuan awal senilai Rp14 miliar untuk penanganan bencana di NTT.
Kunjungan pejabat negara juga menjadi bagian dari penanganan pascabencana. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama jajaran menteri dijadwalkan mengunjungi lokasi pengungsian utama untuk memantau langsung proses penanganan dan percepatan pemulihan setelah gempa.
(anf)