- tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
Terungkap Perjalanan Ruben Onsu Memilih Jadi Mualaf, Sempat Alami Pergulatan Batin Bertahun-tahun
Di tengah berbagai persoalan tersebut, Ruben mengaku mendapat bantuan dari sejumlah orang. Salah satu sosok yang kemudian membuatnya semakin tertarik untuk mengenal Islam adalah Usman Bin Yahya.
"Ada satu orang yang membantu saya, enggak berhenti ... Salah satunya ya habib [Usman] yang membantu saya, benar-benar membuat saya punya rasa penasaran tentang Islam," kata Ruben.
Ruben mengatakan hubungan dan komunikasi dengan Usman telah berlangsung selama bertahun-tahun. Menurutnya, Usman tidak pernah sekalipun memaksanya untuk memeluk Islam.
"Saya selama bertahun-tahun ketemu habib, baik saling bertemu, baik teleponan, tidak pernah keluar dari kata habib ini, demi Allah saya bersaksi, tidak pernah keluar dari kata habib 'kapan masuk Islam', tidak pernah keluar," kenang Ruben.
Sikap tersebut justru membuat Ruben semakin yakin untuk mencari jawaban atas berbagai kegelisahannya.
"Jadi di situ saya makin yakin sekali, di mana kalau ada hal-hal yang saya lihat salah, berarti itu bukan agamanya. Tapi ya mungkin tidak seperti yang saya cari," lanjutnya.
Sempat Merasa Sendirian
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @sarwendah29 / YouTube The Onsu Family
Selain persoalan spiritual, Ruben mengaku telah memendam berbagai masalah pribadi selama bertahun-tahun. Ia menyebut ada banyak orang yang pernah menyakitinya.
Berbagai masalah tersebut bahkan sempat membuat Ruben merasa sendirian dan paranoid. Persoalan yang dihadapinya juga menyentuh lingkup keluarga dekat.
Saat menceritakan salah satu persoalan yang berkaitan dengan ibunya, Ruben tampak emosional hingga berlinang air mata. Namun, ia tidak menjelaskan secara detail mengenai masalah tersebut.
"Ketika saya berani bercerita apapun itu melewati fase yang juga panjang, panjang sekali sampai sampai ada di fase di mana sudah enggak berani lagi angkat telepon, sudah enggak berani lagi balas Whatsapp," kata Ruben.
Meski mengalami berbagai perlakuan yang menyakitkan, Ruben memilih untuk tidak menyimpan dendam. Ia berusaha memaafkan pihak-pihak yang pernah membuatnya terluka.
Di sisi lain, ada sejumlah orang yang menurut Ruben bersedia menjadi tempatnya bercerita dan mencurahkan berbagai kegelisahan.
Pilihan Menjadi Mualaf
Salah satu pergulatan terbesar Ruben adalah ketika menjalani proses untuk memeluk agama Islam. Ia mengaku keputusan tersebut melewati banyak pertimbangan dan situasi yang menguji keyakinannya.