- TikTok @kangizik05
Viral Tradisi Ngeropok di Banten, Warga Penuhi Masjid Berburu Amplop dan Berkat Saat Perayaan Maulid Nabi
tvOnenews.com - Puncak perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Banten diwarnai dengan kemeriahan Tradisi Ngeropok.
Tradisi Ngeropok diikuti dengan pembagian berkat dan bingkisan dari ornamen Panjang Mulud kepada masyarakat setempat.
Tradisi ini bukan sekadar ajang berbagi makanan, melainkan sebagai bentuk sedekah dan wujud syukur warga dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan tahunan ini menjadi wujud nyata penerapan ajaran hadits dalam kehidupan sehari-hari, di mana nilai-nilai sedekah, memberi makan, dan mempererat silaturahmi diwujudkan melalui aksi berbagi kepada sesama.
Salah satu yang merayakan tradisi ini yaitu warga di sekitar Masjid Jami Al-Barokah Kali Pangpang, Serang, Banten.
Dalam sebuah video yang dibagikan akun TikTok @kangizik05, terlihat warga berdesakan untuk memasuki wilayah serambi masjid saat mengadakan tradisi Ngeropok.
Tradisi ini menjadi rangkaian acara perayaan Maulid Nabi yang diselenggarakan pada Rabu (19/8/2026).
- TikTok @kangizik05
Warga yang mengikuti tradisi ini akan mendapatkan amplop berisi uang dan berkat berupa bahan makanan, seperti beras, telur dan mie instan.
Supaya berlangsung tertib, warga bergantian untuk memasuki area masjid. Sayangnya acara tidak begitu kondusif sehingga terjadi aksi saling dorong.
Terlihat dalam video tersebut, sejumlah orang memaksa untuk memasuki wilayah masjid yang pagarnya ditahan oleh panitia yang berjaga.
Pagar ditahan oleh sejumlah orang untuk menahan dorongan dari warga yang hendak masuk ke area masjid.
- TikTok @kangizik05
Situasi yang sama terjadi di Masjid Terangganan, Terumbu, Serang, Banten yang dipenuhi oleh warga saat mengikuti Tradisi Ngeropok.
Jalanan menuju masjid dipenuhi oleh warga yang saling berdesakan. Terjadi aksi saling dorong antar warga demi mendapatkan amplop serta berkat yang dibagikan pihak masjid.
Sejumlah orang terlihat bersitegang dan adu mulut lantaran saling berdesakan.
Tak hanya orang dewasa, anak-anak serta ibu-ibu juga ikut mengantre dan saling berdesakan saat mengikuti tradisi ini.
(kmr)