- Instagram/@edissongabrieel
Setelah Banjir Bandang Nepal Muncul Batu Shaligram Raksasa Viral, Begini Faktanya
Jakarta, tvOnenews.com - Bencana banjir bandang di Nepal tidak sekadar bencana. Peristiwa ini juga memunculkan beragam foto hingga video yang berujung viral di media sosial.
Menariknya, salah satu foto dan video yang viral dan menjadi perhatian publik menyasar pada batu hitam berukuran raksasa. Klaim batu yang beredar tersebut sebagai Shaligram seberat 31 ton setelah peristiwa bencana banjir besar di Nepal.
Foto yang beredar menunjukkan objek gelap berwarna hitam. Selain itu, terdapat pola lingkaran besar seperti cacing melingkar-lingkar di tengahnya.
Berdasarkan narasi yang beredar, batu tersebut pertama kali ditemukan setelah bencana banjir bandang pada Rabu (26/8/2026). Adapun lokasinya berada di kawasan Muktinath, Nepal.
Menyingkap fakta tersebut, apakah benar Shaligram raksasa muncul setelah banjir bandang Nepal?
Begini Faktanya
Berdasarkan dari hasil penelusuran, informasi sekaligus klaim kemunculan Shaligram raksasa itu adalah hoaks. Lokasi objek batu besar itu sebenarnya di kawasan Mustang, Nepal.
Benda itu juga bukan Shaligram alami seberat 31 ton yang bukan muncul pasca banjir bandang. Objek berwarna gelap itu merupakan patung Shaligram setinggi sekitar 22 kaki atau 6,7 meter.
Patung Shaligram tersebut sebelumnya dibuat di Jomsom, Mustang, Nepal. Adapun bahannya dari sebuah batu besar dari Sungai Kali Gandaki yang bertujuan untuk bagian dari pengembangan wisata religi di kawasan itu.
Dalam hal ini, foto yang viral tidak menunjukkan adanya pembuktian terkait penemuan Shaligram raksasa setelah banjir pada Agustus 2026. Bahkan, tidak ada dukungan dari sumber resmi yang dapat diverifikasi untuk memperkuat klaim bobot atau berat benda itu sebesar 31 ton.
Nepal Dikenal Adanya Batu Shaligram
Batu Shaligram memang sangat mudah ditemukan di Nepal. Hal ini membuat narasi itu mudah dipercaya di ruang media sosial.
Di Setibeni, dekat pertemuan Sungai Kali Gandaki dan Seti, memang terdapat Shaligram berukuran sangat besar. Namun demikian, banjir sempat merendam kawasan batu tersebut karena dipengaruhi adanya peningkatan tercampur menjadi narasi keliru.
(hap)