- YouTube Karni Ilyas Club & Refly Harun
Habib Bahar bin Smith Akui Sempat Teleponan dengan Hercules: Ormas GRIB Tak Mengaku
tvOnenews.com - Pendakwah Habib Bahar bin Smith mengiyakan pernyataan Hercules yang sebelumnya mengatakan jika mereka saling teleponan.
Hal ini merupakan tindak lanjut dari tuduhan yang mengarah kepada ormas bentukan Hercules GRIB Jaya sebagai dalang dibalik jatuhnya korban jiwa dalam demo 27 Agustus.
Publik bereaksi keras setelah ramai informasi bahwa selepas demo 27 Agustus silam, berjatuhan sejumlah korban jiwa, bahkan ada yang meninggal dunia.
Dalam peristiwa itu, siswa Madrasah Aliyah Faturohman (18), menjadi korban pengeroyokan oleh OTK ketika sedang berada di dekat tempat tinggalnya, Pejompongan.
Selain itu, penjual cermin di Pejompongan yakni Bambang Setiyawan (59) meninggal dunia setelah dikeroyok orang tak dikenal saat hendak menutup tokonya.
Salah satu pihak yang keras bereaksi setelah demo 27 Agustus memakan korban jiwa adalah pimpinan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Bogor, Habib Bahar bin Smith.
Saat berkunjung ke rumah korban, Habib Bahar menyinggung terduga pelaku yang salah satunya mengarah kepada ormas bentukan Hercules, GRIB Jaya.
Hercules Telepon Habib Bahar
- YouTube Karni Ilyas Club & Refly Harun
Melansir dari Instagram @ragamkabar, Hercules langsung menelepon Habib Bahar ketika tahu kalau sang pendakwah menuding GRIB Jaya terlibat aksi pengeroyokan.
“Habib Bahar kemarin kami udah kontak-kontakan, Habib Bahar ya kami berdua sudah seperti kakak-adik, kami berdua sudah seperti saudara,” ujar Hercules.
Lebih jauh, pimpinan GRIB Jaya tersebut menjabarkan percakapannya dengan Habib Bahar bin Smith secara detail. Hercules juga menjelaskan posisinya saat demo berlangsung.
“Kalau habib anggap kita berdua kakak-adik diam dulu, dengar saya jangan habib mendengar orang-orang selama kita berdua ini punya tektokan baik terus orang memusuhi kita berdua, kan gak bagus,“ katanya.
Kata Hercules, saat kejadian ormas GRIB Jaya hanya fokus mengamankan kawasan Jakarta Barat, bukan Pejompongan yang menjadi tempat pengeroyokan warga sekitar.
“Bib, aku ini mengamankan Jakarta Barat dan aku mengajak masyarakat Jakarta Barat jangan ikut-ikutan,“ ungkapnya.
“Yang mati ini Jakarta Pusat, jauh dari Jakarta Barat di daerah Pejompongan, kami itu gak ke Pejompongan, kami itu hanya di sekitar Jakarta Barat, jangan sampai Mall Slipi itu dibakar,“ tegas Rosario Marshal.
Habib Bahar Akui Ditelepon Hercules
- YouTube Karni Ilyas Club & GRIB Jaya
Beberapa hari kemudian, Habib Bahar bin Smith dalam sebuah majelis mengakui jika dirinya menerima telepon dari Hercules. Keduanya pun punya hubungan baik.
“Ormas GRIB, saya punya hubungan baik dengan saudara Bapak H. Hercules, hubungan saya baik, hubungan saya bagus, makanya kemarin saya telepon-teleponan mengenai masalah ini,“ kata Habib Bahar dikutip dari YouTube Media Juang Islam.
Dalam percakapan tersebut, Habib Bahar menjelaskan jika dia dan Hercules membahas soal pengeroyokan di Pejompongan. Namun sang panglima GRIB Jaya membantah tuduhan anak buahnya terlibat aksi itu.
“Dan tetap tidak mengakui bahwasanya itu bukan anak-anak GRIB karena mereka alasannya ada di Jakarta Pusat, ada di Slipi, sedangkan kejadiannya ada di Pejompongan,“ jelasnya.
Masih di kesempatan yang sama, pendakwah berambut pirang itu menuding jika tindakan main hakim sendiri di Pejompongan bisa saja dilakukan pihak aparat.
“Nah saudara-saudara sekalian yang dimuliakan Allah SWT, ini tidak diperbolehkan saudara-saudara,“ tegas Habib Bahar.
"Jikalau ormas GRIB tidak mengakui bahwasanya anak buahnya atau anggota GRIB, oknum-oknum GRIB yang menganiaya pak Bambang sampai meninggal dunia, kalau nggak ngaku terus siapa? Berarti polisi dong pelakunya?,“ tambahnya.
“Makanya jangan sampai kepercayaan rakyat hilang, betul? Makanya polisi harus transparan, tindak cepat, tegas dan transparan, jangan kita sepelekan satu nyawa saudara-saudara, betul?,“ ucap si pendakwah.
Di akhir perkataannya, Habib Bahar bin Smith kembali menekankan bahwa dirinya tidak gentar andai segerombolan preman mau menghadapinya imbas dari reaksinya soal demo 27 Agustus.
“Nggak ada urusan, saya sudah bilang, hey kalian semua itu preman-preman itu, kalian semua preman-preman, kumpul jadi satu semua, kalian kumpul semua jadi satu, mau siapapun kalian kumpul jadi satu, jari kelingking saya nggak bakal gemetar berhadapan dengan kalian,“ tantangnya.
“Kalian jadi satu semua, iblis-iblis, preman-preman berkumpul,“ tutup Habib Bahar.