- kolase tim tvOnenews.com
Mengenal Situs Buatan Warganet untuk Cek Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau, Begini Cara Aksesnya Lewat HP
tvOnenews.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026, membuat masyarakat di sejumlah wilayah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sebaran abu vulkanik.
Material vulkanik yang terbawa angin dapat bergerak cukup jauh dari lokasi gunung api. Pada Senin, 7 September 2026, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menuju sejumlah wilayah, termasuk Banten, Lampung, Jawa Barat, serta kawasan perairan di sekitarnya.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat dapat memantau pergerakan abu vulkanik melalui sejumlah sumber informasi.
- Ilustrated by ChatGPT
Salah satunya adalah kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang secara berkala memberikan informasi mengenai sebaran abu vulkanik.
Namun, ada pula situs buatan warganet yang menawarkan cara pemantauan lebih sederhana dan mudah dipahami melalui ponsel.
Mengenal Situs untuk Memantau Abu Vulkanik
Situs tersebut dapat diakses melalui abu.cikoytew.my.id. Platform ini dibuat oleh warganet bernama Tri Purnomo Aji dan belakangan viral dan ramai diperbincangkan di media sosial.
- Threads @triprnmaji
Melalui situs tersebut, pengguna dapat melihat informasi mengenai gunung api yang sedang berstatus siaga, arah pergerakan abu vulkanik, hingga potensi wilayah yang dilalui sebaran abu.
Aji menjelaskan melalui akun Threads miliknya bahwa situs tersebut sengaja dibuat agar masyarakat dapat memantau kondisi abu vulkanik tanpa harus memasang aplikasi tambahan.
"Gue bikin web gratis buat cek abu vulkanik dari gunung yang lagi siaga di Indonesia. Tinggal buka, gak perlu install apa-apa. Yang bisa lu cek: gunung mana aja yang statusnya siaga sekarang, abunya lagi ke arah mana, dan yang paling penting, kota tempat lu tinggal bakal kelewatan abu apa kaga, dari sekarang sampe 18 jam ke depan," kata Aji dalam unggahannya di Threads.
Aji mengatakan informasi yang ditampilkan dalam situsnya berasal dari data lembaga resmi yang melakukan pemantauan abu vulkanik untuk kepentingan keselamatan penerbangan.
- Badan Geologi KESDM
Data tersebut digunakan dalam dunia penerbangan untuk membantu menentukan kondisi dan rute perjalanan pesawat ketika terdapat potensi bahaya akibat abu vulkanik.
Meski demikian, masyarakat tetap disarankan menjadikan informasi dari lembaga resmi sebagai rujukan utama, terutama ketika terjadi aktivitas erupsi.
Cara Cek Sebaran Abu Vulkanik dari HP
Masyarakat yang ingin mencoba memantau pergerakan abu vulkanik melalui situs tersebut dapat melakukannya menggunakan browser di ponsel.
Berikut langkah-langkahnya:
-
Buka browser melalui HP, kemudian akses situs abu.cikoytew.my.id.
-
Pilih gunung api yang ingin dipantau.
-
Masukkan nama kota atau wilayah tempat tinggal.
-
Jika tersedia, pengguna juga dapat memanfaatkan fitur lokasi.
-
Sistem kemudian akan memberikan informasi mengenai potensi wilayah yang terkena sebaran abu.
-
Perhatikan arah pergerakan abu serta perkiraan jaraknya dari lokasi yang ingin dipantau.
Situs tersebut juga memungkinkan pengguna melihat perkiraan pergerakan abu hingga sekitar 18 jam ke depan sehingga dapat menjadi salah satu alat bantu untuk memahami arah penyebarannya.
Sebaran Gunung Anak Krakatau pada 7 September
Berdasarkan informasi BMKG hingga pukul 07.00 WIB pada Senin, 7 September 2026, debu vulkanik Gunung Anak Krakatau teridentifikasi menyebar pada beberapa ketinggian.
Pada permukaan hingga sekitar 15.000 kaki, abu terpantau bergerak ke arah tenggara-barat laut. Sebarannya mencakup sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten beserta perairan di sekitarnya.
Sementara pada ketinggian permukaan hingga 50.000 kaki, sebaran abu bergerak ke arah barat daya-barat. Area tersebut terutama mencakup Samudra Hindia di sebelah barat hingga barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten, menjauhi wilayah Indonesia. (asl)