- Instagram @infojalurpantura
Viral! Oknum Guru SMAN 1 Pamanukan Diduga Lecehkan Siswa, Modus Bujuk Korban dengan Alasan Bimbingan
tvOnenews.com - Dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang guru di SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, tengah menjadi sorotan dan viral di media sosial.
Informasi mengenai dugaan kasus tersebut turut menyebar luas setelah sebuah unggahan dari akun Instagram @infojalurpantura menjadi perhatian warganet.
Unggahan itu menampilkan pamflet yang menyebut seorang guru mata pelajaran Matematika sekaligus Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan sebagai sosok yang diduga terlibat dalam kasus pencabulan terhadap siswa.
- Instagram @infojalurpantura
Selain identitas yang disebut dalam unggahan, terdapat pula keterangan mengenai dugaan modus pendekatan terhadap siswa.
Pamflet tersebut mengeklaim bahwa posisi sebagai guru dan Wakasek Kesiswaan diduga dimanfaatkan untuk mendekati siswa melalui kegiatan bimbingan belajar maupun tugas tambahan.
"Modus: Memanfaatkan posisi sebagai guru dan Wakases kesiswaan untuk mendekati siswa. Membujuk siswa dengan alasan bimbingan belajar atau tugas tambahan. Melakukan tindakan pelecehan seksual di area sekolah," tulis keterangan itu pada pamflet yang berisi foto diduga pelaku.
Unggahan tersebut juga menyertakan tangkapan layar percakapan yang diklaim merupakan cerita dari salah seorang siswa yang diduga menjadi korban.
Dalam percakapan itu, seorang siswi menceritakan pengalaman ketika berada di ruang guru. Ia mengaku awalnya tidak menaruh kecurigaan karena datang setelah dipanggil dan kemudian tertidur akibat mengantuk.
- Instagram @infojalurpantura
Siswi tersebut kemudian mengaku mengalami tindakan yang membuatnya terkejut dan tidak mampu memberikan perlawanan.
Polisi Lakukan Pendalaman
Informasi terbaru yang dihimpun pada Senin, 7 September 2026, menyebutkan perkara tersebut masih dalam proses pendalaman aparat.
Sejumlah siswa yang diduga menjadi korban bersama orang tua mereka juga telah mendatangi kepolisian untuk memberikan keterangan.
Media lokal melaporkan sedikitnya tiga siswa telah berani melapor, sementara jumlah pelapor masih berpotensi bertambah.
Setelah kejadian tersebut ramai diperbincangkan, aparat kepolisian turun tangan untuk menangani situasi. Guru yang disebut dalam perkara dibawa ke Polsek Pamanukan guna dimintai keterangan.
Penanganan dugaan perkara selanjutnya dilakukan melalui proses pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan.
Sejumlah siswa yang mengaku menjadi korban juga disebut telah memberikan laporan atau keterangan kepada pihak berwenang.
Meski demikian, seluruh tuduhan yang beredar di media sosial masih harus diverifikasi melalui proses hukum. Keterangan korban, saksi, serta bukti-bukti lain akan menjadi bagian dari pendalaman aparat.
Masyarakat pun diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan perkara hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
Perkembangan selanjutnya masih menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari kepolisian. (asl)