- Istimewa
Viral! Istri Sah Oknum Aparat Labrak ke Kantor Bank Diduga Pelakor, Pajang Karangan Bunga hingga Bawa 20 Polisi
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang perempuan melakukan aksi yang menghebohkan publik. Ia disebut sebagai istri sah oknum aparat polisi menggeruduk kantor bank tempat kerja wanita diduga mempunyai hubungan dengan sang suami (pelakor) viral di media sosial.
Aksi perempuan itu tidak hanya melakukan konfrontasi saat mendatangi bank tempat kerja diduga pelakor sang suami. Ia juga disebut membawa sekitar 20 personel polisi dan polwan.
Dilihat tvOnenews.com dari foto dan narasi yang viral, Selasa (8/9/2026), istri sah tersebut mendatangi kantor bank daerah Sulawesi Tengah (Sulteng). Kedatangannya melabrak pegawai bank yang disebut sebagai pelakor.
Wanita itu bahkan nekat membawa karangan bunga yang bertuliskan, "Turut Berduka Cita Atas Hilangnya Harga Diri Pelakor". Di bagian bawahnya juga terdapat tulisan "Dari Istri Sah".
Berdasarkan isu liar yang beredar, sosok istri sah dalam video viral itu disebut bernama dr Putri Mulia Hasibuan, seorang dokter kecantikan asal Surabaya, anak seorang Jenderal Polisi, serta istri oknum anggota Polri yang bertugas di Polda Sulteng.
Sementara nama pegawai bank yang disebut pelakor dan digeruduk oleh istri sah tersebut adalah Priscilla Putri Agan.
Hal menarik tidak hanya pada karangan bunga. Sang istri sah membawa sejumlah bukti dugaan hubungan terlarang sang suami dengan pegawai Bank Sulteng tersebut hingga membawa 20 personel polisi.
Momen istri sah melabrak wanita diduga pelakor yang berusaha merebut sang suami menjadi tontonan publik. Rekaman video tersebut juga berujung viral di media sosial.
Reaksi Polda Sulteng
Penyidik Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulteng turun tangan melakukan penyelidikan terkait foto karangan bunga yang viral di media sosial.
Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin menyikapi karangan bunga bertuliskan "Turut Berduka Cita Atas Hilangnya Harga Diri Pelakor" juga disebut kepada oknum polisi bertugas di Polda Sulteng.
Muhaimin menyampaikan bahwa, propam Polda Sulteng pun terus melakukan pendalaman, pemeriksaan mengenai perkara ini.
"Iya telah dilakukan penyelidikan terkait informasi tersebut. Pendalaman dan pemeriksaan dilakukan oleh propam," ujar Muhaimin, Selasa, 8 September 2026.