- Instagram/@stewiecopp
Akhirnya Kakak Sulungnya Buka Suara, Ungkap Tabiat Asli Fajar Sahrudin sejak Kecil hingga Sebelum Tewas di Area GBK
Jakarta, tvOnenews.com - Deni Purwandi, kakak sulung pria diduga bernama Fajar Sahrudin atau Stewie (31) yang tewas di area Plaza Utara Pintu 10 Gelora Bung Karno (GBK) buka suara terkait adiknya yang diduga mengakhiri hidupnya.
TRIGGER WARNING BUNUH DIRI: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Deni Purwandi mengetahui kabar mengenai Fajar Sahrudin alias FS (31) tewas diduga mengakhiri hidupnya di kawasan GBK, Jakarta Pusat pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Hal ini tak lepas bahwa tewasnya adik bungsunya viral di media sosial Threads dan X.
Deni Purwandi merespon unggahan pesan perpisahan dan cerita kisah hidup serta Autobiografi yang tertuang dalam akun media sosial X dan Instagram adiknya @fajardawnvirgo. Di dalamnya FS menuliskan permasalahan dirinya sejak kecil dengan keluarga maupun kakak kandung hingga sebelum memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
"Tolong jelaskan kepada semua teman-teman Fajar Sahrudin apa yang saya katakan. Saya kakak kandung yang tertua menjelaskan perihal mengenai permasalahan adik saya sejak kecil," tulis Deni Purwandi dalam akun Facebook pribadinya dikutip tvOnenews.com, Rabu (9/9/2026).
Persoalan dan Tabiat Asli Fajar Sahrudin
- dok.kolase tvone/ instagram @ : X/Steve_ADF
Deni mengungkapkan persoalan dan tabiat Fajar Sahrudin sejak semasa kecilnya hingga sebelum ditemukan tewas di area GBK. Ia merespon pernyataan mendiang adiknya bahwa semua kakak kandung dan keluarganya tidak peduli dengannya.
Kata Deni, pihak keluarga bahkan selalu ingin bersilaturahmi dan mengetahui kabar almarhum. Sayangnya hal tersebut tidak pernah terealisasi karena terhalang dengan sifat Fajar.
"Kami sekeluarga bukan kurang silaturahmi, tetapi almarhum saja yang sifat pendendam dan apa pun keinginannya harus terwujud dan juga tidak bisa dinasihati," jelasnya.
Dalam ceritanya, FS mengungkapkan bahwa dua kakak kandungnya mengambil uang ibunya sejak meninggal dunia. Situasi ini yang membuat hidupnya tidak bahagia.
Kakak sulung korban menuturkan bahwa, dirinya sebagai sosok yang selalu membiayai FS, mulai dari kebutuhan sekolah hingga keperluan hidupnya dari SD hingga SMP.