- Instagram/@stewiecopp
Akhirnya Kakak Sulungnya Buka Suara, Ungkap Tabiat Asli Fajar Sahrudin sejak Kecil hingga Sebelum Tewas di Area GBK
Peristiwa pilu ini berawal dari unggahan terjadwal (schedule post) yang berisi death note. Fajar menayangkan pesan dan kabar kematiannya secara otomatis pada 5 September 2026.
Pesan tersebut terunggah dan dengan cepat langsung viral di media sosial. Di waktu yang sama, Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbaring dan tubuh membiru di area Plaza Utara Pintu 10 GBK, Jakarta Pusat pada Minggu, 6 September 2026 dini hari.
Unggahan warga Kedaung, Kemiling, Lampung tersebut mengkhawatirkan pihak yang mengenal dirinya. Bahkan sosok tersebut ingin mengetahui kondisi yang bersangkutan.
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan, Sat Reskrim Polsek Metro Tanah Abang bersama Tim Identifikasi dan Dokkes Polres Metro Jakarta Pusat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Dari hasil pemeriksaan awal pada bagian luar tubuh FS, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan," kata Dhimas.
Berdasarkan pemeriksaan awal, FS diduga mengakhiri hidupnya dengan cara meminum air mineral kemasan. Di dalamnya diduga mengandung racun.
Dhimas mengatakan, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan agar memastikan seluruh rangkaian peristiwa itu terungkap secara jelas. Di tengah itu, petugas telah meminta keterangan para saksi, mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi hingga mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Ciptu Mangunkusumo (RSCM).
Terkini, jenazah FS telah diserahkan kepada pihak keluarga. Korban juga telah dimakamkan di kampung halamannya di Lampung.
"Kami mengimbau masyarakat untuk saling peduli terhadap lingkungan sekitar. Apabila menemukan seseorang yang membutuhkan pertolongan atau berada dalam kondisi darurat, segera melaporkan kepada petugas agar dapat diberikan bantuan," tukas Dhimas.
(hap)