- tvOnenews.com Edit / YouTube tvOneNews
Sempat Demam, Jurnalis Ari Basuki Tetap Berangkat Meliput Anak Krakatau, Keluarga Ungkap Alasannya
Nila mengatakan Ari berangkat menuju Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026. Saat itu, Ari disebut memiliki rencana untuk kembali pada malam hari setelah menyelesaikan tugas peliputan.
Namun, hingga keesokan harinya, keluarga tidak mendapatkan kabar mengenai keberadaan Ari. Kekhawatiran pun muncul setelah komunikasi dengan rombongan tidak lagi dapat dilakukan.
“Kalau dari sisi saya, adik saya. Jadi sebelum Ari berangkat karena rumah kami berdekatan, jadi kita bercerita tiap hari karena kita bertemu tiap hari. Dia bilang, ‘Ari kayaknya akan pergi meliput Anak Krakatau.’ Oh, oke. Terus tiba-tiba waktu itu hari Senin ya, beliau sudah berangkat ke Anak Krakatau. Kemudian beliau hilang kontak di hari Senin tersebut karena rencananya akan kembali jam 8, tapi sampai besoknya belum ada kabar,” jelas Nila.
Nila mengatakan komunikasi terakhir Ari dengan keluarga terjadi melalui pesan kepada anaknya. Saat itu, Ari menyampaikan bahwa dirinya sedang melakukan peliputan.
“Dan terakhir HP-nya aktif itu di jam 13.43. Dan sebelum itu beliau mengirim pesan kepada anaknya mengenai keberadaan, tapi keberadaan titiknya di mana tidak mengatakan. Hanya dia sedang meliput. Kalau ada apa-apa nanti dia akan kabari. Setelah itu hilang kontak,” ucap Nila.
Sementara itu, berdasarkan kronologi pencarian, rombongan bertolak dari Dermaga Pagedogan Carita sekitar pukul 14.00 WIB pada Senin, 7 September 2026.
Kontak terakhir tercatat sekitar pukul 14.42 WIB. Saat itu, salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik koordinat lokasi mereka kepada rekannya.
Setelah komunikasi terputus, seluruh ponsel rombongan tidak dapat dihubungi. Kantor SAR kemudian menerima laporan mengenai hilangnya rombongan tersebut pada Selasa, 8 September 2026.
Selain mengungkap kondisi kesehatan Ari sebelum keberangkatan, Nila juga menceritakan pengalaman Ari sebagai jurnalis.
Menurut Nila, Ari memiliki pengalaman dalam melakukan peliputan bencana alam. Ia juga dikenal sangat memperhitungkan kondisi alam sebelum menjalankan tugas di lapangan.
“Ari kan spesialis di fotografer dan jurnalis untuk bencana alam, perang dan yang seperti itu. Jadi yang saya kenal dari Ari, dia tuh sangat perhitungan sekali dengan kondisi alam. Saya sudah sering berada di alam ya, di gunung itu. Ari itu akan konfirmasi dulu arah angin ke mana apabila kita ada di dekat, bukan dekat dalam artian dekat danger zone ya,” ucap Nila.