- Figma/Fajar Sahrudin | X/FajarDawnVirgo
Terungkap Detik-detik Jasad Fajar Sahrudin Ditemukan Meninggal di GBK, Rekan Sempat Dapat Sinyal SOS
tvOnenews.com - Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, masih menjadi perhatian publik.
Pria berusia 31 tahun itu ditemukan meninggal dunia di sekitar Plaza Utara, dekat Pintu 10 GBK, pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Sebelum Fajar ditemukan, salah seorang rekannya diketahui sempat berusaha mencari keberadaannya. Upaya tersebut dilakukan setelah sang teman mendapatkan sinyal yang membuatnya khawatir dengan kondisi Fajar.
- x FajarDawnVirgo
Menurut keterangan kepolisian, rekan Fajar menerima sinyal SOS yang memberikan petunjuk mengenai lokasi keberadaannya. Teman tersebut kemudian berusaha mendatangi titik yang diduga menjadi lokasi Fajar.
Namun, pencarian awal belum membuahkan hasil. Rekan Fajar kemudian meminta bantuan petugas keamanan yang berada di kawasan GBK untuk membantu melakukan pencarian.
Petugas keamanan bersama pihak terkait lantas menyisir area di sekitar lokasi. Fajar akhirnya ditemukan di kawasan Plaza Utara, Pintu 10 GBK.
Setelah menerima laporan, aparat Polsek Metro Tanah Abang bersama Tim Identifikasi dan Dokkes Polres Metro Jakarta Pusat mendatangi lokasi.
- X/FajarDawnVirgo | X/poyokgadanggg
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan awal terhadap kondisi Fajar.
Berdasarkan pemeriksaan medis luar, polisi menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui secara utuh rangkaian kejadian yang menimpa Fajar.
"Petugas telah melakukan pengecekan dan olah TKP bersama Tim Identifikasi serta Dokkes. Dari hasil pemeriksaan awal pada bagian luar tubuh FS, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan,” ujar Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo, kepada tim tvOnenews.com.
Polisi juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak yang mengetahui keberadaan Fajar sebelum ditemukan meninggal dunia.
Sementara itu, pihak pengelola GBK turut melakukan koordinasi dengan kepolisian. Pengelola kawasan olahraga tersebut juga mengumpulkan sejumlah bukti pendukung, termasuk rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi.
- instagram stewiecopp
Selain kronologi penemuan jasadnya, perhatian publik juga tertuju pada jejak digital Fajar sebelum meninggal dunia yang viral di media sosial.
Fajar diketahui cukup aktif di media sosial dan pernah menuliskan berbagai pemikiran pribadi mengenai kehidupan serta kondisi mental yang dialaminya.
Ia bahkan meninggalkan tulisan autobiografi yang kemudian ramai diperbincangkan setelah kabar kematiannya tersebar.
Sejumlah unggahan tersebut membuat publik mencoba memahami kondisi Fajar sebelum ditemukan meninggal. Namun, berbagai tulisan di media sosial tidak seharusnya dijadikan dasar untuk membuat kesimpulan tunggal mengenai alasan seseorang mengakhiri hidup.
Di sisi lain, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan seluruh fakta terkait kematian Fajar. Pengelola GBK juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Kita kumpulkan dulu bukti-bukti termasuk CCTV. Nanti akan kita sampaikan informasi selanjutnya dan mungkin akan melakukan konferensi pers bersama pihak kepolisian juga," ujar Kepala Divisi Humas Hukum Administrasi GBK, Asep Triyadi.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi terus mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai peristiwa yang terjadi sebelum Fajar ditemukan meninggal di kawasan GBK. (asl)