- YouTube/Reyben Entertainment - Instagram/betrandpetoputraonsu
Bukan LC, Pekerjaan Wanita yang Ngaku Jadi Korban Kekerasan Seksual hingga Laporkan Betrand Peto ke Polisi Terkuak
Onyo tiba-tiba mengajak ANW pergi yang dikira membantu mencari D di toilet. Saat tiba di depan toilet, korban mengaku dirinya mendapat aksi dugaan pelecehan seksual secara paksa.
"Tanyakan dulu kepada BP kalau dia itu di situ ngapain dan mengonsumsi apa aja? Kenapa sampai kami duga memiliki kenekatan melakukan tindakan yang melecehkan korban? Kita tanyakan apakah makan buah atau makan nasi goreng," tuturnya.
Nataniel menyoroti tuduhan terkait wanita yang keluar malam dan berada di tempat hiburan dinilai tidak benar. Ia menyayangkan hal tersebut tiidak bisa dijadikan alasan membenarkan perlakuan merendahkan seseorang.
Ia berpendapat siapa pun mempunyai hak mendapat perlindungan. Semua wanita juga tidak ingin mendapat aksi dugaan kekerasan seksual.
"Apakah semua cewek-cewek yang keluar malam, cewek-cewek yang ke klub itu pantas kah dilecehkan? Pantas enggak? Kan enggak. Jangan sampai ketika semua cewek-cewek keluar malam jam 2 dianggap sebagai cewek-cewek nakal, sebagai cewek-cewek yang pantas dan bisa untuk dilecehkan," heran dia.
Lanjut Nataniel, keputusan korban melaporkan kejadian ini sebagai upaya mendapat perlindungan dan keadilan. Ia mengkhawatirkan budaya dan stigma menyalahkan korban bisa menyebabkan orang yang terdampak lebih memilih diam.
"Kalau masih praktik-praktik ini terjadi, maka tidak akan ada korban-korban yang berani speak up. Dan yang terjadi apa? Korban-korban akan bertambah dan pelaku berkeliaran bebas," ucapnya.
Oleh karena itu, kuasa hukum pelapor meminta kepada publik khususnya terhadap pihak yang mendukung Betrand Peto. Ia berharap agar korban tidak mendapat tekanan atau disudutkan sebelum perkara tuntas.
"Saya juga minta buzzer-buzzer BP, saya ingin minta semoga hal-hal yang dialami klien kami tidak terjadi pada kalian dan keluarga kalian. Kalau sampai itu terjadi, sayalah orang yang pertama juga akan membela kalian," harapnya.
Berdasarkan perkembangan yang terbaru, pelapor juga baru menjalani pemeriksaan pada Senin (14/9/2026). ANW mendapat 23 pertanyaan dari penyidik, salah satunya mengenai kronologi awal kejadian.
Dalam proses pemeriksaan, pelapor telah menyerahkan sejumlah barang bukti kepada penyidik. Hal ini membuat polisi akan meminta keterangan sejumlah pihak untuk menindaklanjuti laporan tersebut.