news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Maudy Ayunda Dikritik soal Mindfulness, Omongan Dave Hendrik dari Beberapa Bulan Lalu Kembali Diungkit.
Sumber :
  • instagram Maudy Ayunda

Maudy Ayunda Dikritik soal Mindfulness, Omongan Dave Hendrik dari Beberapa Bulan Lalu Kembali Diungkit

Konten mindfulness Maudy Ayunda menuai kritik karena dinilai kurang peka terhadap krisis sosial. Di tengah polemik, komentar lama Dave Hendrik kembali viral
Selasa, 15 September 2026 - 23:52 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Maudy Ayunda kembali menjadi perhatian netizen setelah kontennya mengenai mindfulness ramai diperbincangkan di media sosial. Video yang awalnya membahas cara menjaga kondisi emosional di tengah derasnya informasi justru memunculkan perdebatan tentang batas antara menjaga kesehatan mental dan tetap peka terhadap persoalan sosial.

Polemik tersebut kemudian membawa kembali potongan percakapan Dave Hendrik bersama Iwet Ramadhan yang sebenarnya sudah berlangsung beberapa bulan lalu.

Dalam sesi live streaming itu, Dave sempat menyinggung konten Maudy yang membahas bagaimana seseorang dapat menjalani hidup dengan lebih nyaman, termasuk dengan mengambil waktu untuk membaca buku dan memberi jarak dari berbagai persoalan di sekitar.

Menurut Dave, gagasan semacam itu tidak selalu mudah diterapkan oleh semua orang. Ada kelompok masyarakat yang masih harus menghadapi ketidakpastian pekerjaan, penghasilan, serta kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, pilihan untuk bersikap lebih cuek terhadap keadaan sekitar bisa memiliki makna berbeda bagi orang yang berada dalam kondisi ekonomi dan sosial yang berbeda.

Potongan pernyataan tersebut kini kembali beredar setelah konten mindfulness Maudy mendapat kritik. Netizen bahkan menjadikan komentar Dave sebagai bahan candaan dan menyebut presenter tersebut seolah sudah “nge-spill” persoalan tersebut sejak jauh-jauh hari. Meski demikian, komentar Dave muncul sebelum polemik terbaru dan tidak secara langsung membahas kontroversi yang sedang terjadi.

Konten Mindfulness Maudy Ayunda Tuai Kritik

Perbincangan mengenai Maudy bermula dari video berjudul “mindfulness in the age of bad news” yang diunggah melalui kanal YouTube miliknya pada 21 Agustus 2026.

Dalam video tersebut, Maudy membagikan pengalamannya ketika merasa kewalahan secara emosional akibat derasnya informasi yang diterima setiap hari. Ia kemudian membahas pentingnya mengatur asupan berita agar seseorang tidak terus-menerus berada dalam kondisi lelah secara mental.

Maudy Ayunda Dikritik soal Mindfulness, Omongan Dave Hendrik dari Beberapa Bulan Lalu Kembali Diungkit
Sumber :
  • instagram Maudy Ayunda

Namun, gagasan tersebut justru mendapat respons kritis dari sebagian pengguna media sosial. Salah satunya berasal dari akun X @pandaleezasol yang menyatakan memilih berhenti mengikuti kanal Maudy.

Kritik itu menilai pesan mengenai membatasi konsumsi berita berpotensi terdengar kurang peka ketika masyarakat masih menghadapi berbagai persoalan seperti kebakaran hutan, bencana alam, hingga kebijakan publik yang menjadi perdebatan.

Sebagian netizen kemudian menganggap ajakan untuk melakukan “diet berita” sebagai bentuk sikap eskapis. Persoalannya bukan semata-mata tentang boleh atau tidaknya seseorang menjaga kesehatan mental, melainkan bagaimana pesan tersebut disampaikan ketika kondisi sosial di sekitarnya sedang menghadapi berbagai krisis.

Status dan Privilege Ikut Disorot

Perdebatan kemudian berkembang ke aspek privilege. Latar belakang pendidikan dan posisi Maudy sebagai figur publik turut membuat sebagian masyarakat memiliki ekspektasi lebih besar terhadap perspektif sosial yang disampaikannya.

Jenama kecantikan miliknya, FromThisIsland, juga ikut disinggung dalam perdebatan. Publik mengaitkan penggunaan lemak tengkawang dari hutan Kalimantan pada salah satu produk perawatan bibir dengan pembahasan mengenai kondisi lingkungan di Indonesia.

Di tengah kritik tersebut, Maudy memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui komentar yang disematkan pada video YouTube-nya.

Ia menjelaskan bahwa maksud kontennya bukan mengajak masyarakat bersikap apolitis atau menutup mata terhadap persoalan sosial. Menurutnya, pesan yang ingin disampaikan adalah mengenai cara menghindari burnout akibat paparan informasi yang berlebihan.

Meski demikian, Maudy mengakui bahwa ada perspektif privilege yang belum cukup ia pertimbangkan ketika membuat konten tersebut.

“Being able to step away from the news is itself a privilege. Tidak semua orang punya pilihan itu, terutama ketika apa yang terjadi berdampak langsung pada kehidupan, keluarga, pekerjaan, atau komunitasnya.

Aku minta maaf karena bagian ini belum cukup aku refleksikan di videonya,” tulis Maudy.

Ia juga menegaskan bahwa mindfulness tidak semestinya dimaknai sebagai alasan untuk mengabaikan realitas sosial yang sedang terjadi.

“Aku dengar dan aku hargai feedback-nya. I’m listening and learning,” tutupnya.

Omongan Dave Hendrik Kembali Diungkit

Di tengah perdebatan itu, pernyataan Dave Hendrik bersama Iwet Ramadhan kembali mendapatkan perhatian. Dalam sesi live streaming beberapa bulan lalu, Dave membicarakan pesan dari konten Maudy mengenai pilihan menjalani hidup dengan lebih nyaman dan mengambil waktu untuk diri sendiri.

Dave melihat adanya persoalan ketika gagasan tersebut ditempatkan sebagai sesuatu yang mudah dilakukan semua orang. Menurutnya, kondisi seseorang sangat menentukan bagaimana mereka merespons persoalan di sekitarnya.

Bagi orang yang sudah memiliki kondisi ekonomi relatif mapan, memilih untuk tidak terlalu memikirkan berbagai persoalan mungkin dapat dilakukan dengan lebih mudah. 

Sebaliknya, bagi mereka yang masih berjuang mempertahankan pekerjaan dan penghasilan, berbagai perubahan sosial dan ekonomi justru dapat berpengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari.

Karena itulah, potongan percakapan Dave kembali dianggap relevan oleh netizen ketika kontroversi Maudy mencuat. Sebagian pengguna media sosial bahkan bercanda bahwa Dave telah lebih dulu mengingatkan mengenai perbedaan pengalaman tersebut.

Namun, pernyataan lama Dave tetap perlu ditempatkan sebagai pandangan dalam konteks percakapan saat itu, bukan sebagai prediksi terhadap kontroversi Maudy yang muncul belakangan.

Pada akhirnya, polemik ini memperlihatkan bahwa pembicaraan mengenai mindfulness tidak hanya berkaitan dengan kesehatan mental secara personal. 

Ada pula pertanyaan yang lebih luas mengenai bagaimana seseorang membangun jarak dari informasi negatif tanpa kehilangan empati terhadap orang-orang yang justru terdampak langsung oleh persoalan tersebut.

Dalam konteks itu, klarifikasi Maudy dan kembali viralnya pernyataan Dave sama-sama memperlihatkan satu persoalan: pengalaman hidup yang berbeda dapat membuat sebuah pesan yang sama diterima dengan cara yang sangat berbeda oleh publik. (udn)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:16
01:02
02:26
05:17
01:10
05:30

Viral