news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Atlet asal Australia, Joanna Wietrzyk yang viral cepirit atau diare di arena HYROX Beijing.
Sumber :
  • Instagram/@joannawietrzyk

Akhirnya Atlet HYROX yang Viral Cepirit di Arena Buka Suara, Ngaku Menyesal: Saya Sadar itu Berdampak Besar

Atlet asal Australia, Joanna Wietrzyk pilih meminta maaf atas tindakannya yang viral "cepirit" atau diare saat menjalani perlombaan HYROX di arena Beijing.
Sabtu, 19 September 2026 - 08:03 WIB
Reporter:
Editor :

"Setelah merenungkan hal ini, saya memutuskan untuk mundur dari balapan tersebut secara retrospektif dan melepas poin yang telah saya peroleh," katanya.

"Terima kasih kepada mereka yang telah mendampingi saya, baik sebagai atlet maupun sebagai pribadi selama masa ini, serta kepada semua orang yang telah menunjukkan kebaikan dan dukungan. Hal ini sangat berarti bagi saya, lebih dari yang bisa saya ungkapkan dengan kata-kata saat ini. Saya akan meluangkan waktu untuk memulihkan diri, merenung, serta merawat diri sendiri dan keluarga, jauh dari hiruk-pikuk yang ada," sambungnya.

Pernyataan dari Wietrzyk muncul setelah Co-founder HYROX, Moritz Furste turut menyampaikan pernyataan permintaan maafnya mengenai penanganan insiden atlet diare di arena. Ia mengakui adanya kelalaian dari pihaknya yang tidak langsung turun ke lapangan saat adanya kejadian tersebut.

"Hyrox melakukan kesalahan karena tidak segera bereaksi selama perlombaan. Pada akhirnya, merupakan tugas saya untuk mengantisipasi kemungkinan insiden seperti ini, dan saya tidak melakukannya," ucap Furset dilansir tvOnenews.com dari laman ESPN, Sabtu, 19 September 2026.

Kejadian ini, kata Furste, mendorong HYROX mengevaluasi proses penyelenggaraan acara. Pihaknya juga mengubah buku peraturan setelah adanya insiden atlet BAB di arena.

"Kami mulai memperbaiki proses penyelenggaraan acara, sekaligus segera melakukan perubahan pada buku peraturan. Mulai saat ini, aturan dan prosedur baru telah diberlakukan untuk mencegah situasi seperti ini terjadi lagi," katanya.

Berdasarkan dari aturan terbaru, tim race director mempunyai hak untuk menghentikan peserta yang mengeluarkan darah, muntahan, urine, atau feses, dan hal-hal menimbulkan risiko keselamatan atau kontaminasi bagi individu maupun peserta lain.

(hap)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
03:39
04:40
22:09
07:46
08:33

Viral