news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Selebgram, Julia Prastini atau Jule.
Sumber :
  • Instagram @juliaprt7

Apa Itu Vape Etomidate yang Dikaitkan dengan Kasus Jule? Ini Fungsi Obat Bius dan Risikonya

Apa itu vape etomidate yang dikaitkan dengan kasus Jule? Kenali fungsi obat bius dan risiko berbahaya apabila disalahgunakan.
Sabtu, 19 September 2026 - 17:43 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Nama selebgram Julia Prastini alias Jule menjadi perhatian setelah Polresta Bandara Soekarno-Hatta mengamankannya dalam kasus dugaan kepemilikan vape yang mengandung etomidate. 

Jule diamankan pada Senin, 14 September 2026, di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan.

Kasatresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Michael Tandayu membenarkan bahwa polisi mengamankan Jule dalam perkara tersebut. 

Polisi juga menyita vape yang disebut mengandung etomidate. 

Hingga Sabtu, 19 September 2026, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. 

Menurut keterangan kepolisian, penanganan perkara tersebut merupakan hasil pengembangan kasus yang sebelumnya melibatkan dua perempuan yang diduga terkait penjualan vape etomidate

Dari pemeriksaan terhadap keduanya, penyidik menemukan informasi mengenai pemesanan vape yang diduga dilakukan Jule.

Polisi kemudian mendatangi apartemen tempat Jule berada. 

Di lokasi tersebut, petugas menemukan vape yang diduga mengandung etomidate.

Meski demikian, proses hukum terhadap Jule masih berjalan. 

Detail mengenai dugaan peran Jule serta hasil pemeriksaan barang bukti masih menunggu proses penyidikan lebih lanjut.

Artis Julia Prastini alias Jule.
Sumber :
  • Instagram @juliaprt7

Apa Itu Etomidate?

Etomidate sebenarnya bukan zat yang sejak awal dibuat untuk digunakan melalui vape. 

Dikutip dari NCBI Bookshelf, etomidate merupakan obat anestesi intravena kerja singkat yang digunakan dalam dunia medis, terutama untuk induksi anestesi atau membuat pasien kehilangan kesadaran dalam waktu singkat sebelum tindakan tertentu.

Dalam praktik kedokteran, etomidate dikenal memiliki efek yang cepat dan relatif menjaga kestabilan fungsi kardiovaskular dibanding sejumlah obat anestesi lain.

Karena karakteristik tersebut, etomidate dapat digunakan dalam kondisi tertentu, termasuk saat diperlukan induksi anestesi secara cepat. 

Namun, penggunaan etomidate tetap memiliki risiko. Salah satu efek yang telah lama dikenal adalah penekanan sementara terhadap fungsi kelenjar adrenal, terutama produksi hormon kortisol. 

Efek tersebut menjadi salah satu alasan penggunaannya harus berada dalam pengawasan tenaga medis. 

Ilustrasi Vape.
Sumber :
  • Dok Antara

Mengapa Etomidate Bisa Ada dalam Vape?

Dalam beberapa kasus yang diungkap aparat penegak hukum di Indonesia pada 2026, etomidate ditemukan dalam bentuk cairan atau cartridge vape.

Polda Metro Jaya, misalnya, mengungkap sejumlah kasus peredaran narkotika jenis etomidate yang dikemas dalam cartridge vape. 

Pada April 2026, polisi menyita 1.409 cartridge liquid vape yang disebut mengandung etomidate di wilayah Jakarta Timur. 

Pada Mei 2026, Polda Metro Jaya kembali mengungkap kasus serupa dan menyita 37 cartridge vape yang mengandung etomidate. Kepolisian menyebut etomidate dalam kasus tersebut sebagai narkotika Golongan II.

Artinya, istilah “vape etomidate” dalam konteks pemberitaan kasus narkotika merujuk pada rokok elektrik atau cartridge yang cairannya diduga telah dicampur atau mengandung etomidate.

Apa Bahaya Etomidate Jika Disalahgunakan?

Etomidate merupakan obat anestesi yang dirancang untuk penggunaan medis dengan dosis dan cara pemberian yang terukur.

Menggunakannya melalui vape di luar prosedur medis berarti zat tersebut digunakan dengan cara yang tidak sama dengan penggunaan klinisnya.

Etomidate dapat menyebabkan efek hipnotik atau hilangnya kesadaran. 

Selain itu, obat ini dapat menimbulkan gerakan otot tidak terkendali atau myoclonus dan memiliki efek terhadap sistem hormonal tubuh, khususnya dengan menekan produksi hormon adrenal untuk sementara.

Karena itu, penyalahgunaan etomidate bukan sekadar persoalan penggunaan cairan vape biasa. 

Risiko yang muncul sangat bergantung pada kandungan, konsentrasi, dosis, serta zat lain yang mungkin terdapat dalam cairan tersebut.

Penggunaan zat anestesi tanpa pengawasan medis juga membuat pengguna tidak memiliki kepastian mengenai jumlah zat yang masuk ke tubuh.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kehilangan kesadaran dan komplikasi serius.

(gwn)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
03:39
04:40
22:09
07:46
08:33

Viral