- ist
Kenalkan Sosok Pahlawan Nasional kepada Generasi Muda, Kisah Djamin Ginting Diangkat ke Layar Lebar
Bukan Hanya Kisah Pertempuran
Perjalanan Djamin Ginting tidak hanya berkaitan dengan strategi perang dan perjuangan bersenjata. Kisah kehidupannya juga memiliki sisi personal yang memperlihatkan bagaimana seorang pejuang menjalani kehidupan di tengah situasi penuh ketidakpastian.
Film “Djamin Setia Selamanya” turut menampilkan hubungan Djamin dengan Likas Tarigan. Sosok Likas digambarkan sebagai bagian penting dari perjalanan emosional Djamin, sementara persahabatannya dengan Kadir Saragih, Selamat Ginting dan Jacob Waas menjadi bagian dari cerita mengenai loyalitas dan pengorbanan.
Pendekatan tersebut membuat kisah sejarah tidak hanya ditempatkan sebagai rangkaian tanggal, lokasi dan pertempuran. Kehidupan tokoh sejarah juga dapat dipahami melalui keputusan yang mereka ambil, hubungan dengan orang-orang terdekat, serta situasi sosial yang membentuk pilihan mereka.
Film ini disutradarai Rako Prijanto dengan skenario yang ditulis Titien Wattimena dan Lynda Ulviana. Rafi Sudirman dipercaya memerankan Djamin Ginting, sementara sejumlah pemeran lain antara lain Claresta Taufan sebagai Likas Tarigan, Chicco Kurniawan sebagai Kadir Saragih, Jourdy Pranata sebagai Selamat Ginting dan Marcell Darwin sebagai Jacob Waas.
Bagi Riahna Djamin Ginting, putri Djamin Ginting yang juga bertindak sebagai Executive Producer, pengenalan kembali kisah tersebut berkaitan dengan upaya menjembatani sejarah dengan generasi sekarang.
“Bagi saya, Djamin Setia Selamanya bukan sekadar sebuah film, melainkan penghormatan untuk ayah saya yang telah mengabdikan hidupnya bagi Indonesia. Saya berharap generasi Z dan Milenial dapat melihat bahwa setiap perubahan besar selalu dimulai dari keberanian anak muda yang peduli, berani bersuara, dan berani mengambil tindakan,” ujar Riahna.
Ketika Sejarah Diperkenalkan kepada Generasi Baru
Bagi generasi yang tidak mengalami langsung masa perjuangan kemerdekaan, mengenal tokoh sejarah tentu membutuhkan cara yang berbeda. Buku sejarah, arsip dan museum tetap penting, tetapi medium visual dapat menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan konteks kehidupan tokoh kepada masyarakat yang lebih luas.
Rako Prijanto melihat perjalanan Djamin Ginting sebagai kisah tentang seorang anak muda yang mengambil peran dalam situasi besar.
“Saya tertarik mengangkat kisah Djamin Ginting karena beliau membuktikan bahwa seorang pemuda biasa dengan keberanian dan pemikiran visioner mampu mengubah sejarah. Saya berharap Djamin Setia Selamanya tidak hanya menjadi tontonan sejarah, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk berani mengambil keputusan dan menjadi bagian dari perubahan,” kata Rako.