news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Mengapa Daging Beku Bisa Berubah Tekstur Setelah Dicairkan? Teknologi Kulkas Kini Punya Solusi Baru.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Mengapa Daging Beku Bisa Berubah Tekstur Setelah Dicairkan? Teknologi Kulkas Kini Punya Solusi Baru

Daging yang dibekukan terkadang menjadi lebih lembek dan kehilangan cairan setelah dicairkan. Kenali penyebabnya serta teknologi kulkas yang dirancang menjaga
Sabtu, 19 September 2026 - 23:13 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Pernah menyimpan daging di freezer agar tahan lebih lama, tetapi mendapati teksturnya berubah setelah dicairkan? 

Daging yang semula tampak padat bisa menjadi lebih lembek, mengeluarkan banyak cairan, bahkan terasa berbeda ketika dimasak. Kondisi ini cukup umum terjadi dalam penyimpanan bahan makanan sehari-hari.

Perubahan tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh kualitas daging. Proses pembekuan dan pencairan juga berpengaruh terhadap struktur bahan makanan.

Ketika air di dalam jaringan daging berubah menjadi kristal es, ukuran dan distribusi kristal tersebut dapat memengaruhi kondisi sel. Jika kristal es berukuran besar, struktur jaringan berpotensi mengalami kerusakan sehingga lebih banyak cairan keluar ketika daging dicairkan.

Karena itu, menyimpan daging di dalam freezer tidak cukup hanya dengan memastikan suhunya dingin. Kecepatan pembekuan, kestabilan suhu, dan cara mencairkan kembali bahan makanan ikut menentukan kualitas akhirnya. 

Perkembangan teknologi kulkas pun mulai mengarah pada upaya menjaga tekstur serta kualitas makanan, bukan sekadar membuatnya tetap beku.

Mengapa Tekstur Daging Bisa Berubah Setelah Dibekukan?

Daging mengandung air yang tersimpan di dalam jaringan otot. Ketika dimasukkan ke freezer, air tersebut perlahan membentuk kristal es. Dalam proses pembekuan yang berlangsung lambat, kristal es dapat tumbuh lebih besar dan berpotensi merusak struktur sel di sekitarnya.

Ketika daging mulai dicairkan, sebagian air yang sebelumnya membeku akan keluar dari jaringan. Cairan yang menetes ini dikenal sebagai drip loss. Semakin banyak cairan yang hilang, semakin besar kemungkinan daging mengalami perubahan tekstur dan kehilangan sebagian karakteristik aslinya.

Perubahan tersebut juga dapat dipengaruhi oleh fluktuasi suhu selama penyimpanan. Daging yang berulang kali mengalami perubahan suhu berisiko mengalami pembentukan ulang kristal es atau rekristalisasi. Akibatnya, kualitas bahan makanan dapat menurun meskipun tetap disimpan dalam kondisi beku.

Untuk mengurangi risiko tersebut, pembekuan yang cepat dan suhu penyimpanan yang stabil menjadi dua hal penting. Kristal es yang terbentuk dalam ukuran lebih kecil berpotensi mengurangi kerusakan jaringan dibandingkan kristal yang tumbuh lebih besar.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral