- YouTube Pal 8 Pictures
Jadwal Tayang Film Laut Bercerita di Bioskop Indonesia
tvOnenews.com - Jadwal tayang film Laut Bercerita akhirnya diumumkan. Film panjang yang diadaptasi dari novel laris karya Leila S. Chudori ini akan segera menyapa penonton di bioskop Indonesia dengan membawa kisah Biru Laut dan kawan-kawannya.
Film yang disutradarai Yosep Anggi Noen tersebut menghadirkan sederet aktor dan aktris ternama, mulai dari Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, hingga Arswendy Bening Swara.
Menariknya, Laut Bercerita bukan sekadar adaptasi novel ke layar lebar. Film ini menjadi film panjang perdana dari Pal8 Pictures dan akan mempertemukan kisah perjuangan mahasiswa, persahabatan, keluarga, serta kehilangan dalam satu cerita.
Jadwal Tayang Film Laut Bercerita
- Instagram @lautbercerita
Bagi yang sudah menantikan film ini, Laut Bercerita dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026.
Sebelum diputar di Tanah Air, film ini terlebih dahulu dijadwalkan menjalani world premiere di Busan International Film Festival (BIFF) 2026. Laut Bercerita masuk dalam program Main Competition festival yang berlangsung di Korea Selatan pada 6–15 Oktober 2026.
Dengan jadwal tersebut, film arahan Yosep Anggi Noen ini akan lebih dulu diperkenalkan kepada penonton festival internasional sebelum akhirnya hadir di bioskop Indonesia.
Tanggal 29 Oktober juga menjadi waktu yang menarik karena penayangan film berdekatan dengan momentum Bulan Sumpah Pemuda, yang identik dengan peran dan semangat anak muda dalam perjalanan Indonesia.
Sinopsis Film Laut Bercerita
Laut Bercerita mengambil latar Indonesia pada awal hingga penghujung era 1990-an. Cerita berpusat pada Biru Laut, mahasiswa Sastra Inggris yang gemar membaca dan menulis.
Kehidupan Laut berubah setelah ia bertemu Kasih Kinanti, salah satu pimpinan kelompok studi mahasiswa bernama Winatra. Laut kemudian bergabung bersama Daniel, Alex, Sunu, dan rekan-rekannya.
Bagi mereka, membaca dan menulis bukan hanya aktivitas untuk menambah pengetahuan. Keduanya menjadi cara untuk memahami keadaan di sekitar sekaligus menyuarakan berbagai persoalan yang dianggap tidak adil.
Aktivitas kelompok Winatra kemudian berkembang dari diskusi menuju aksi nyata. Para mahasiswa tersebut mulai mengambil risiko lebih besar ketika berusaha memperjuangkan kebebasan berekspresi dan menyuarakan ketidakadilan.