News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siswa Makin Akrab dengan AI, Apakah Guru Sudah Siap Mengubah Cara Mengajar?

Penggunaan AI di kalangan siswa menuntut guru menguasai literasi digital, berpikir kritis, dan metode pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:55 WIB
Siswa Makin Akrab dengan AI, Apakah Guru Sudah Siap Mengubah Cara Mengajar?
Sumber :
  • ist

tvOnenews.com - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin mudah dijumpai dalam aktivitas belajar siswa. Teknologi ini dapat membantu mencari informasi, merangkum bacaan, menerjemahkan teks, hingga menjelaskan materi pelajaran yang sulit dipahami. 
Dengan akses yang semakin luas, siswa kini memiliki pilihan sumber belajar di luar buku dan penjelasan guru di ruang kelas.

Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan baru. Jawaban yang dihasilkan AI tidak selalu benar, sementara penggunaan tanpa pemahaman dapat membuat siswa terbiasa menerima informasi tanpa memeriksa sumber maupun proses di baliknya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, kemampuan teknologi yang berkembang cepat membuat metode pembelajaran di sekolah perlu terus menyesuaikan diri.

Situasi ini memunculkan pertanyaan penting: apakah guru sudah siap mendampingi siswa yang semakin akrab dengan AI? Tantangannya bukan sekadar mampu mengoperasikan perangkat digital, melainkan memahami cara kerja teknologi, menilai informasi, serta mengarahkan siswa agar menggunakannya secara kritis dan bertanggung jawab.

Guru Perlu Menguasai Literasi Digital dan Kemampuan Berpikir Kritis

Kehadiran AI mengubah peran teknologi dalam pendidikan. Jika sebelumnya perangkat digital lebih banyak digunakan untuk menyampaikan materi atau mengakses bahan ajar, kini teknologi juga dapat terlibat dalam proses pencarian ide, pemecahan masalah, hingga penyusunan karya.

Perubahan tersebut membuat literasi digital menjadi salah satu kemampuan penting bagi tenaga pendidik. Guru perlu memahami bahwa informasi yang muncul dari mesin pencari maupun aplikasi AI tidak otomatis akurat. Kemampuan memeriksa sumber, membandingkan informasi, dan mengenali kemungkinan kesalahan menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Guru juga perlu membantu siswa memahami batas penggunaan AI. Teknologi dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengeksplorasi suatu topik, tetapi tidak semestinya menggantikan proses berpikir dan pemahaman siswa. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Misalnya, ketika AI digunakan untuk menyusun rangkuman, siswa tetap perlu membaca sumber asli dan memastikan apakah informasi yang disajikan sesuai dengan konteks.

Selain literasi digital, kemampuan berpikir komputasional atau computational thinking juga semakin relevan. Kemampuan ini berkaitan dengan cara seseorang mengurai persoalan menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana, mengenali pola, dan menyusun langkah penyelesaian secara sistematis.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Alasan AFC Resmi Pindahkan Venue Timnas Indonesia U-17

Alasan AFC Resmi Pindahkan Venue Timnas Indonesia U-17

AFC mengumumkan perubahan venue pertandingan pada Jumat (6/11/2026) atau dua hari jelang kick off Grup A Kualifikasi Piala Asia U-17 yang akan dimulai pada Minggu (8/11/2026). 
Penyataan Lengkap Pengacara Ruben Onsu soal Kliennya Didemo, Singgung Siap Proses Hukum

Penyataan Lengkap Pengacara Ruben Onsu soal Kliennya Didemo, Singgung Siap Proses Hukum

Artis Ruben Onsu tengah menjadi sorotan publik, karena beberapa waktu lalu didemo dan diserukan boikot. Pengacara pun menegaskan segera menindak tegas.
AFC Resmi Rombak Venue, Ini Update Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Kualifikasi Piala Asia 

AFC Resmi Rombak Venue, Ini Update Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Kualifikasi Piala Asia 

Grup A Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 akan digelar dengan Myanmar sebagai tuan rumah. Dalam grup ini terdapat lima tim yakni Myanmar, Timnas Indonesia U-17, Afghanistan, Filipina, dan Kamboja. 
Kevin Diks Ungkap Penyebab Borussia Monchengladbach Kalah dari Hamburg, Singgung Kartu Merah Rekan Setim

Kevin Diks Ungkap Penyebab Borussia Monchengladbach Kalah dari Hamburg, Singgung Kartu Merah Rekan Setim

Kevin Diks menilai kartu merah Ko Itakura membuat Monchengladbach kesulitan melawan Hamburg hingga kalah 1-3. Ia juga menyoroti dua gol jarak jauh lawan itu.
Kapten Timnas Indonesia Disorot Media Jerman, Kevin Diks Jadi Perbincangan Usai Comeback di Liga Jerman: Akhirnya Dia Kembali

Kapten Timnas Indonesia Disorot Media Jerman, Kevin Diks Jadi Perbincangan Usai Comeback di Liga Jerman: Akhirnya Dia Kembali

Kevin Diks akhirnya kembali merumput bersama Borussia Monchengladbach. Comeback bek Timnas Indonesia itu mendapat sorotan media Jerman.
Aksi Mimbar Bebas, Polri Diminta Ungkap Aktor Intelektual Dugaan Penyadapan Ilegal Prabowo

Aksi Mimbar Bebas, Polri Diminta Ungkap Aktor Intelektual Dugaan Penyadapan Ilegal Prabowo

NOA mendesak aparat penegak hukum mengusut perkara tersebut hingga tuntas, termasuk mengungkap aktor intelektual, motif, jaringan, serta seluruh pihak yang terlibat.

Trending

Apa Itu KidZania yang Viral usai Unggahan Ria Ricis di Lokasi Karhutla Tuai Kritik?

Apa Itu KidZania yang Viral usai Unggahan Ria Ricis di Lokasi Karhutla Tuai Kritik?

Apa itu KidZania yang viral usai unggahan Ria Ricis di lokasi karhutla tuai kritik?
Viral Istri Kades Karanganyar Akui Skandal 'Hubungan Terlarang' dengan Anggota DPRD Rembang: Itu Bukan Dugaan, Itu adalah Fakta

Viral Istri Kades Karanganyar Akui Skandal 'Hubungan Terlarang' dengan Anggota DPRD Rembang: Itu Bukan Dugaan, Itu adalah Fakta

Viral istri Kades di Rembang diduga berzina dengan anggota DPRD berinisial W. Zayyana Ilma mengakui hubungan tersebut, sementara laporan telah masuk ke polisi
Deretan Profesi PPPK Paruh Waktu yang Statusnya Diubah Menjadi P3K Penuh Waktu per 1 Januari 2027

Deretan Profesi PPPK Paruh Waktu yang Statusnya Diubah Menjadi P3K Penuh Waktu per 1 Januari 2027

Kebijakan perubahan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi P3K penuh waktu mulai 1 Januari 2027, dari profesi guru hingga profesi lainnya.
5 Poin Pernyataan SD Labschool Cibubur soal Dugaan Bullying oleh Anak 6 Tahun yang Viral di Threads

5 Poin Pernyataan SD Labschool Cibubur soal Dugaan Bullying oleh Anak 6 Tahun yang Viral di Threads

Inilah lima poin pernyataan SD Labschool Cibubur soal dugaan bullying yang viral di media sosial Threads. Pihak sekolah menyebut setiap kejadian yang melibatkan siswa perlu mendapat perhatian serius.
Fakta-Fakta Kasus Rudapaksa Mahasiswi Jember yang Diintai dari Plafon Kamar: Pelaku Buruh Tani Warga Wuluhan hingga Simpan Motor 200 Meter dari TKP

Fakta-Fakta Kasus Rudapaksa Mahasiswi Jember yang Diintai dari Plafon Kamar: Pelaku Buruh Tani Warga Wuluhan hingga Simpan Motor 200 Meter dari TKP

Inilah deretan fakta kasus rudapaksa mahasiswi Jember yang belakangan ini viral di media sosial. Dalam kasus ini, pelaku merupakan pria berinisial MFR (28). MFR merupakan warga Kecamatan Wuluhan yang berdomisili di Desa Pontang, Kecamatan Ambulu.
Berawal Diduga Berbuat Tak Senonoh Berujung Tabrak Polisi di Tol Serang, Sepasang Kekasih Kini Jadi Tersangka

Berawal Diduga Berbuat Tak Senonoh Berujung Tabrak Polisi di Tol Serang, Sepasang Kekasih Kini Jadi Tersangka

Sepasang kekasih berinisial ED dan AM ditangkap dan menjadi tersangka akibat dugaan perbuatan asusila berujung tabrak lari polisi PJR di Tol Serang-Panimbang.
Viral Dugaan Bullying oleh Anak 6 Tahun yang Korbannya 16 Orang, SD Labschool Cibubur Tingkatkan Pengawasan dan Pemantauan Interaksi Antarsiswa

Viral Dugaan Bullying oleh Anak 6 Tahun yang Korbannya 16 Orang, SD Labschool Cibubur Tingkatkan Pengawasan dan Pemantauan Interaksi Antarsiswa

Menanggapi berbagai informasi dan opini yang berkembang di masyarakat maupun media sosial terkait kejadian antarsiswa di lingkungan SD Labschool Cibubur, pihak sekolah menyampaikan keprihatinan atas situasi yang terjadi serta memahami perhatian dan kekhawatiran yang dirasakan oleh para orang tua.
Selengkapnya

Viral