- Tangkapan layar
Bagaimana Perkenalan Sosok Dua Pria dalam Video Viral A Day in My Life? Begini Awal Mulanya
Jakarta, tvOnenews.com - Polres Bogor telah menetapkan MR (27) dan MA (23), dua pria pemeran video asusila yang viral 'A Day In My Life' sebagai tersangka. Polisi mengungkapkan awal mula perkenalan mereka.
Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo mengungkapkan perkenalan mereka terjadi berawal dari media sosial. Dua pria pemeran video viral A Day In My Life baru mengenal sejak Juli 2026 lalu.
"Mereka baru kenal di dua bulan itu. Sejak awal mereka membuat itu di bulan Juli. Itulah awal perkenalan mereka," ungkap Anggi, Selasa ((22/9/2026).
2 Pria Video Viral A Day In My Life Janjian Bertemu
- Pixabay LollipopPhotographyUK - medsos @kabupatenbogor.id @chrislove
Lebih lanjut, Anggi menyampaikan bahwa, perkenalan tersebut tidak sebatas terjadi di media sosial. Hubungan MR dan MA bahkan berlanjut dengan janjian bertemu.
Kata dia, pertemuan tersebut berujung membuat dua pria dalam video asusila tersebut melakukan hubungan seksual dan tindakan menyimpang.
"Dari keterangannya itu, mereka mengenal satu sama lain di media sosial. Kemudian bikin janjian, bertemu, sampai pada akhirnya melakukan perbuatan kesusilaan yang menyimpang," terangnya.
Daerah Jadi Lokasi Pembuatan Video Tak Senonoh
Ia menyampaikan hasil pemeriksaan. Polisi menemukan setidaknya ada 20 video adegan asusila yang diproduksi oleh MR dan MA.
Mereka melakukan aktivitas perekaman maupun produksi video asusila tersebut sejak Juli 2026. Mereka membuat video tak senonoh itu di sejumlah daerah, mulai dari Bogor, Depok, dan Jakarta.
Puncak terakhir aktivitas tersebut terungkap setelah sebuah video bertajuk "A Day in My Life" viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, keduanya tampak berboncengan motor melewati jalan pedesaan di Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Mereka kemudian berhenti di sebuah minimarket. Mereka terlihat membeli sebuah barang sejenis tisu basah sebelum melanjutkan perjalanan.
MR dan MA kemudian tampak berhenti di lahan perbukitan kosong dekat menara SUTET. Di momen inilah, kedua pria dalam rekaman video tersebut melakukan perbuatan asusila.
20 video adegan tak senonoh tersebut memang dibuat untuk disebar dan dijual melalui grup khusus di media sosial. Mereka menentukan tarif Rp150 ribu per akses dan ditargetkan untuk yang ingin menonton video asusila itu.