- tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
Pandangan Putri Marino soal Karakter Arya Saloka Menjadi 'Si Pria Koboi' di Film Empat Musim Pertiwi: Misterius
Ia berpendapat pengalaman menjadi perempuan didapatkan saat proses mendalami karakter sebagai Pertiwi. Bagi dia, ada ketidakadilan yang terus didapatkan olehnya di desa tempat asalnya.
"Aku membaca buku dan akhirnya pelan-pelan mulai mengerti tentang rasa yang dialami seorang perempuan. Ketidakadilan tanpa henti dialami oleh perempuan terutama di daerah domestik atau asalnya, di lingkungan tempat dia bertumbuh, serta tempat dia bekerja," katanya.
Ia mengaku proses yang pertama kali dilalui olehnya untuk memahami karakter Pertiwi dengan cara langsung berdiskusi bersama Sutradara sekaligus Penulis film Empat Musim Pertiwi, Kamila Andini.
Putri Marino pun diberikan buku bertajuk "Perempuan di Titik Nol". Tujuan Kamila Andini mengarahkan agar sang aktris membacanya.
"Banyak sekali perbedaan antara karakter Pertiwi dan Putri lalu kompleksnya karakter Pertiwi. Akuu memutuskan hal yang paling penting aku lakukan adalah diskusi idengan Kak Dini," ucapnya.
Ia mulanya merasa mampu melakukan semuanya seorang diri. Seiringnya waktu, ada pelajaran berharga setelah memaknai karakter Pertiwi.
"Setelah terlibat di sini, akuu melihat betapa kuat dan rapuhnya Pertiwi, itu ada bedanya. Aku memang belajar banyak hal tentang kekuatan dari film ini dan kebersamaan itu sendiri," tukasnya.
(hap)