- ANTARA/Sri Dewi Larasati
Review Film Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Bohong, Tapi Justru Kehilangan Filter
Andovi da Lopez dan Komedi yang Berangkat dari Keresahan
Andovi da Lopez menjadi pusat cerita sebagai Jonas. Karakter tersebut membutuhkan kemampuan untuk memainkan dua kondisi sekaligus: seorang politisi yang terbiasa menjaga citra dan seseorang yang tiba-tiba kehilangan kemampuan mengontrol ucapannya.
Situasi tersebut menjadi ruang bagi komedi verbal maupun situasional yang menjadi kekuatan utama film.
Fajar Nugros juga melibatkan David Nurbianto sebagai konsultan komedi dalam pengembangan film. Menurut David, materi humor tidak dibuat sekadar berdasarkan pengalaman atau pandangan personal pembuatnya.
Ia mengatakan sejumlah materi diuji melalui proses pembacaan naskah untuk melihat apakah keresahan yang dibawa cerita juga dapat dirasakan orang lain.
“Makanya tadi reading, kita coba ‘apakah ini hanya asumsi gua? Eh enggak kok di juga ngerasain’. Nah itu yang kita belain. Kalau hanya mewakili satu perasaan-perasaan gua aja, itu enggak akan kita masukin karena berarti gak semua orang relate,” ujar David.
Pendekatan tersebut penting karena film komedi yang membawa isu sosial memiliki risiko terasa terlalu spesifik atau justru kehilangan relevansi ketika leluconnya hanya bertumpu pada sudut pandang pembuat.
Dalam Bapak Paling Jujur, keresahan tentang citra, kebohongan dan kejujuran dibuat sebagai bagian dari kehidupan karakter.
Film ini juga diperkuat ensemble cast yang terdiri dari Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, David Nurbianto, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki M. Firman, Jeremy Teti, Elwina (CeritaIbun), Mieke Shahir dan sejumlah pemain lainnya.
Sementara bagi Fajar, kejujuran berkaitan erat dengan bagaimana seseorang membangun kepercayaan.
“Sebuah prestasi yang dibangun di atas kebohongan, seperti membangun istana pasir,” ujar Fajar.
Ia kemudian menjelaskan bahwa persoalan terbesar bukan hanya bagaimana sesuatu terlihat dari luar, tetapi fondasi yang menopangnya. Perjalanan Jonas menjadi menarik ketika fondasi yang selama ini ia bangun mulai runtuh dan ia dipaksa menghadapi konsekuensi dari setiap perkataannya.
Dari sisi gagasan, inilah yang membuat Bapak Paling Jujur lebih dari sekadar film tentang calon gubernur yang tidak bisa berbohong.