- Instagram/@nanamirdad_
Nana Mirdad Tak Habis Pikir Lagi soal Karhutla Kalimantan-Sumatera, Mau Nangis Kabut Asap Bikin Lumpuh Total
Jakarta, tvOnenews.com - Aktris Nana Mirdad menyuarakan kegelisahannya mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.
Nana Mirdad mengaku marah sekaligus sedih melihat kondisi kabut asap karhutla yang berdampak pada aktivitas masyarakat, sementara penanganan bencana tersebut dinilainya belum menunjukkan hasil berarti.
Melalui akun Threads miliknya, Nana mengungkapkan kekecewaan terhadap respons pihak berwenang dalam menghadapi bencana yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Situasi tersebut membuat Nana Mirdad heran. Ia bahkan sampai mempertanyakan keseriusan penanganan karhutla, terutama ketika dampak asap semakin mengganggu kehidupan warga.
"Udah di tahap segitu marahnya, segitu pengin nangisnya lihat berbagai respons para petinggi mengenai asap Kalimantan yang bikin beberapa kota lumpuh," tulis Nana Mirdad dikutip tvOnenews.com, Senin (12/10/2026).
"Udah berbulan-bulan berjalan begini, masih belum ada penanganan yang berarti," tambah dia.
Karhutla Kalimantan Bukan Masalah Sepele
- Antara
Bagi Nana, kondisi tersebut jangan dianggap enteng. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan dapat menghambat kegiatan sehari-hari, mengganggu jarak pandang, serta memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat yang terus terpapar polusi udara.
Ia juga menyoroti lamanya persoalan ini berlangsung tanpa penyelesaian yang dianggap memadai. Keresahan Nana semakin besar ketika melihat dampak kebakaran hutan yang meluas dan berbagai keluhan masyarakat dari daerah terdampak terus bermunculan.
Sebelumnya, Nana juga menyampaikan kritik keras melalui Threads terkait lambannya penanganan kebakaran di Kalimantan. Ia bahkan menyinggung kabar mengenai anak-anak di negara tetangga yang meninggal dunia akibat terbatasnya jarak pandang karena kabut asap.
"Bahkan di negara tetangga sampai ada anak-anak meninggal karena kurang jarak pandang. Enggak ngerti lagi, sumpah! Kok bisa ya sampai slow begini nurani, keserakahan, dan ketidakpeduliannya. Kita butuh berdoa agar keajaiban terjadi di Kalimantan," terangnya.
Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian warganet. Sejumlah pengguna media sosial turut menyampaikan keresahan mereka.
Bahkan tak sedikit pengguna akun media sosial mengaku sebagai warga yang kesulitan beraktivitas akibat asap yang masuk ke rumah meskipun pendingin ruangan dan alat pemurni udara telah digunakan.
Keluhan tersebut memperlihatkan besarnya dampak karhutla bagi masyarakat. Di tengah situasi ini, desakan agar penanganan kebakaran dipercepat terus bermunculan.
Nana pun menjadi salah satu figur publik yang menggunakan media sosial untuk mengingatkan bahwa bencana kabut asap membutuhkan perhatian serius dan tindakan nyata.
(hap)