news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Houthi serang Bandara Riyadh, Arab Saudi.
Sumber :
  • ANTARA/Xinhua/aa

Mengenal Houthi, Kelompok Bersenjata asal Yaman yang Serang Bandara Riyadh, Mengapa Berseteru dengan Arab Saudi?

Serangan terhadap Bandara Internasional di Arab Saudi kembali menyoroti kelompok Houthi asal Yaman yang dituding sebagai pelaku di balik insiden tragis tersebut.
Senin, 12 Oktober 2026 - 16:26 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali menjadi perhatian setelah muncul laporan serangan rudal yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026).

Insiden tersebut dikaitkan dengan kelompok Houthi, organisasi bersenjata yang telah lama terlibat dalam konflik di Yaman.

Melansir dari laporan Al Jazeera, serangan itu dilaporkan menimbulkan 12 korban jiwa dan 309 orang luka-luka serta mengganggu aktivitas penerbangan. 

Houthi serang Bandara Riyadh, Arab Saudi
Sumber :
  • Saudi Ministry of Media/Handout via Reuters

Nama Houthi sendiri bukan hal baru dalam dinamika keamanan kawasan Timur Tengah. Selama bertahun-tahun, kelompok ini terlibat dalam pertarungan kekuasaan di Yaman dan berhadapan dengan Arab Saudi yang mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

Lantas, bagaimana kelompok Houthi terbentuk dan apa yang menyebabkan perseteruannya dengan Arab Saudi berlangsung begitu lama?

Mengenal Houthi, Kelompok Bersenjata yang Berasal dari Yaman Utara

Houthi, yang juga menggunakan nama Ansar Allah, merupakan gerakan politik dan militer yang tumbuh dari wilayah Sa'ada di bagian utara Yaman.

Arsip - Pasukan Houthi berbaris sambil memegang senjata api.
Sumber :
  • ANTARA

Kelompok ini memiliki akar dalam tradisi keagamaan Zaidiyah, cabang Syiah yang telah berkembang selama berabad-abad di negara tersebut.

Pada tahap awal, gerakan Houthi berfokus pada penguatan identitas keagamaan dan kebudayaan masyarakat Zaidiyah. Akan tetapi, aktivitas mereka kemudian meluas ke ranah politik, terutama dalam menentang pemerintah pusat yang dinilai tidak mampu mengakomodasi kepentingan kelompok tersebut.

Salah satu figur penting dalam perkembangan awal Houthi adalah Hussein Badreddin al-Houthi. Di bawah pengaruhnya, gerakan tersebut semakin berseberangan dengan pemerintah Yaman hingga pecah bentrokan bersenjata pada 2004.

Pertempuran di wilayah Sa'ada itu menjadi awal dari rangkaian konflik yang dikenal sebagai Perang Sa'ada.

Perselisihan tersebut dipengaruhi berbagai persoalan, mulai dari ketimpangan pembangunan dan ketidakpuasan politik hingga persaingan antara pemerintah pusat dan kelompok-kelompok lokal.

Houthi
Sumber :
  • Al Jazeera

Perjalanan politik Yaman kemudian memasuki babak baru ketika gelombang demonstrasi Arab Spring pada 2011 mendorong Presiden Ali Abdullah Saleh meninggalkan kekuasaan. Jabatan presiden selanjutnya dipegang Abdu Rabbu Mansour Hadi yang menghadapi tantangan berat dalam menjalankan transisi pemerintahan.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral