- YouTube/Reyben Entertainment - Instagram @ruben_onsu
Kronologi Lengkap Video Call Ruben Onsu dengan Pria Y, Awalnya Dihubungi soal Pekerjaan
Menurut penuturannya, tidak lama setelah pertemuan itu, ia mendapat permintaan nomor telepon dari seseorang yang disebut sebagai asisten Ruben.
Setelah perkenalan di acara ulang tahun tersebut, seorang asisten Ruben menghampiri Y dan meminta nomor telepon pribadinya.
Y mengaku sempat mempertanyakan tujuan permintaan tersebut. Namun, asisten itu disebut menjelaskan bahwa nomor teleponnya diperlukan untuk urusan pekerjaan.
Karena mengira permintaan tersebut berkaitan dengan peluang kerja, Y akhirnya memberikan nomor teleponnya.
"Nah, setelah itu asistennya ini, yang berhijab itu, dia meminta nomor telepon saya. Terus aku bilang, 'Buat apa, Kak?' Dia bilang, 'Buat kerjaan.' Oke, akhirnya aku kasih nomor telepon tersebut," papar Y.
Y menuturkan bahwa komunikasi berlanjut pada hari berikutnya. Ia mengaku menerima pesan dari asisten Ruben yang menawarkan untuk memperkenalkannya kepada seseorang.
Menurut Y, sebelum terhubung dengan Ruben, dirinya sempat melakukan panggilan video dengan asisten tersebut. Dalam percakapan itu, ia disebut mendapat sejumlah pertanyaan mengenai latar belakang dan asal daerahnya.
Setelah komunikasi berlangsung, panggilan video tersebut kemudian dialihkan kepada Ruben.
Y mengatakan bahwa percakapan awalnya berjalan seperti komunikasi biasa. Ruben disebut menanyakan pekerjaan yang sedang dijalaninya sebelum pembicaraan mengarah pada kemungkinan bekerja bersama.
"Terus akhirnya video call-nya itu diarahkan ke RO. Nah, lalu kita ngobrol-ngobrol. RO ini nanya-nanya sama saya, 'Kamu kerja apa?' katanya gitu, kan. Terus aku bilang, 'Aku timnya ini, kerja sama beliau.' Terus dia bilang, 'Kamu mau enggak kerja sama saya di sini, nemenin aku?'" pungkas Y.
Artos Ikut Memberikan Penjelasan soal Isi Percakapan
- YouTube Reyben Entertainment - Instagram @ruben_onsu
Selain Y, Artos turut memberikan keterangan mengenai percakapan yang disebut berlangsung dalam video call tersebut.
Artos mengatakan bahwa pembicaraan pada awalnya masih berkaitan dengan pekerjaan. Namun, menurut penilaiannya, percakapan kemudian mengarah pada hal lain yang ia anggap sebagai indikasi godaan.
"Awalnya masih bahas tentang kerjaan, tapi kita persingkat aja. Akhirnya muncullah indikasi-indikasi dia itu menggoda," ujar Artos.
Ia juga menyebut adanya percakapan mengenai ajakan untuk datang pada malam hari, termasuk tawaran penjemputan menggunakan pengemudi.