- Threads/nursanisaadah
Pengakuan ART yang Lakukan Pelecehan Seksual kepada 2 Anak Majikan di Jaktim: Saya Dijanjikan Uang
tvOnenews.com - Kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Jakarta Timur menggemparkan publik.
Peristiwa kelam ini mendadak mencuat ke permukaan setelah ibu korban membeberkan kronologi serta fakta-fakta mengejutkan melalui akun Threads pribadinya @nursanisaadah.
Kasus ini melibatkan seorang Asisten Rumah Tangga (ART) yang seharusnya bertugas mengasuh dan melindungi anak-anak di dalam rumahnya. Namun, ia justru bertindak sebagai pelaku kejahatan yang merusak masa depan korban tanpa belas kasihan.
Diketahui, bahwa salah satu korban berinisial K yang berusia 5 tahun merupakan seorang anak berkebutuhan khusus (ABK).
Kondisi keterbatasan serta kelemahan fisik maupun mental pada diri K tersebut justru dimanfaatkan secara sangat licik dan keji oleh terduga tersangka bernama Ida Parida (37) untuk melancarkan aksi bejatnya.
Tidak hanya berhenti pada korban K, sasaran kejahatan pelaku ternyata bertambah luas dan menyasar anggota keluarga lainnya. Korban pelecehan seksual ini tak hanya menimpa sang kakak, tetapi juga adiknya yang berinisial Z.
Perlu diketahui, bahwa korban Z merupakan seorang anak berjenis kelamin perempuan yang usianya masih sangat belia, yakni baru menginjak 17 bulan.
- Threads/nursanisaadah
"ART saya bernama Ida Parida telah mencabuli dan melecehkan anak saya yang bernama 'K' hari ini Senin, tanggal 12/10/2026)," tulis @nursanisaadah, dikutip Selasa (13/10/2026).
Berdasarkan pengakuan langsung dari Ida, ia dengan terang-terangan mengakui perbuatan bejatnya melakukan pelecehan seksual.
"Saya Ida Parida 37 tahun asal Tasikmalaya dengan kesadaran penuh sudah melakukan pelecehan seksual kepada anak majikan saya yang laki-laki berumur 5 tahun, yang mana anak tersebut merupakan anak berkebutuhan khusus," tulis pengakuan Ida Parida, dikutip Selasa (13/10/2026).
"Saya memanfaatkan keadaan anak tersebut untuk melakukan pelecehan seksual dengan melakukan video call dengan pria pedofil yang saya kenal di aplikasi kencan," lanjutnya.
Terkait motif di balik tindakan biadab tersebut, Ida mengaku nekat melakukannya karena tergiur janji akan ditransfer uang sebesar Rp200 ribu oleh para pria pedofil yang dikenalnya lewat aplikasi kencan.
Kebejatan pelaku ternyata tidak hanya sebatas melakukan panggilan video bersama para pria hidung belang.
Ida juga mengaku bahwa salah satu pria pedofil dalam jaringan tersebut bahkan meminta dikirimkan foto serta video bagian intim korban Z.
"Saya dinjanjikan akan ditransfer uang. Saya VC (video call) dengan pria itu sambil memperlihatkan kemaluan anak majikan saya."
"VC tersebut digabung dengan pria pedofil lainnya. Pria itu juga meminta foto dan video kemaluan anak majikan saya yang berumur 17 bulan," tulis Ida dalam pengakuannya.
- Threads/nursanisaadah
Mengetahui kejahatan luar biasa yang menimpa kedua buah hatinya, ibu korban langsung mengambil langkah hukum secara tegas dengan melaporkan kejadian ini secara resmi ke polsek dan polres setempat.
Kendati demikian, hingga saat ini terduga pelaku Ida Parida dilaporkan masih berada dalam status wajib lapor 1x24 jam dan belum dilakukan penahanan penuh oleh pihak kepolisian.
"Saya tinggal di Jaktim. Semalam saya sudah bawa dia ke polsek dan lanjut ke polres, tapi masih dalam status wajib lapor 1x24jam. Jadi orang tersebut (Ida) belum bisa disebut tersangka dan belum bisa dipenjarakan, prosesnya sepertinya masih panjang kak," kata @nursanisaadah membalasa salah satu komentar. (ism)