- Istimewa
Mengenal Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, Penceramah yang Viral Berujung Diboikot MUI
Dalam bidang keagamaan, Habib Alwi juga disebut memiliki sejumlah karya, di antaranya Hilyatul Janan dan doa Tawasul Sayyidil Walid.
Saat berdakwah, Habib Alwi dikenal dengan gaya penyampaian yang kental dengan logat Betawi. Ia membawakan materi ceramah secara lugas dan kerap menyelipkan kelakar.
Gaya tersebut membuatnya dikenal oleh sejumlah jemaah di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Namun, gaya ceramah yang dibumbui candaan itu kini menjadi sorotan setelah sejumlah pernyataannya memicu polemik. Kritik pun bermunculan, termasuk dari MUI, yang menyerukan agar umat Islam tidak lagi mengikuti maupun mengundangnya untuk berceramah.
Kronologi Ceramah Kontroversial Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf
Polemik ceramah Habib Alwi Assegaf berawal dari potongan video seorang pendakwah melontarkan pernyataan kontroversial. Ia bahkan dinilai merendahkan kaum perempuan.
Dalam rekaman tersebut, ia terdengar meminta agar santriwati dihadirkan di hadapannya. Permintaan itu disampaikan dengan alasan ingin mencari calon istri keempat.
"Keluarkan santri-santri perempuan. Santri laki-laki gue udah eneg. Perempuan, keluarin ane mau pilih. Mudah-mudahan ada santri perempuan yang mau saya jadiin istri keempat," ujar Habib Alwi Assegaf.
Pernyataan lain yang memicu kecaman berkaitan dengan jamaah perempuan berusia lanjut. Dalam potongan video yang sama, ia mengomentari keberadaan ibu-ibu berusia di atas 60 tahun dengan ungkapan yang dianggap merendahkan martabat mereka.
"Enggak ada pahalanya ceramah depan emak-emak, ngotor-ngotorin mata. Tapi kalau perawan segar. Maaf-maaf nih, ane begini, aye tukang becanda," ucapnya.
Reaksi MUI
Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis bereaksi terkait video viral tersebut. Ia menyerukan agar seluruh umat Islam di Indonesia tidak lagi mengikuti majelis maupun kegiatan dakwah Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf.
Cholil Nafis juga mendesak agar seluruh umat Islam tidak lagi mengundang Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf sebagai penceramah. Ia menyampaikan seruan tegas ini akibat adanya video viral yang dinilai merendahkan harkat perempuan serta merusak citra dakwah Islam.
Kiai Cholil sapaannya berpendapat materi ceramah tersebut tidak pantas disampaikan oleh seorang pendakwah. Pasalnya, hal itu berpotensi memberikan dampak buruk bagi masyarakat.