- Instgaram @tengku.zanzabella
Usai Adopsi Thayaka, Ruben Onsu Kini Dituding Punya Motif Tersembunyi oleh Warganet
tvOnenews.com - Keputusan Ruben Onsu mengadopsi seorang anak laki-laki kembali menjadi sorotan publik.
Di tengah proses perseteruan hak asuh anak dengan Sarwendah, langkah presenter tersebut memunculkan beragam komentar dari warganet, termasuk tudingan bahwa pengangkatan anak itu berkaitan dengan kepentingan konten hingga dugaan eksploitasi.
Menanggapi berbagai spekulasi tersebut, tim kuasa hukum Ruben Onsu akhirnya memberikan penjelasan. Pengacara Ruben, Raka Gani Suprapto, menegaskan bahwa proses adopsi yang dilakukan kliennya telah memiliki dasar hukum.
- Instagram @ruben_onsu
Pernyataan itu disampaikan Raka saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026). Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk mengadopsi anak merupakan hak Ruben, sementara aspek legalitasnya disebut telah dipenuhi.
"Kalau untuk adopsi anak itu kewenangan dari klien yaitu Ruben. Tapi intinya terhadap adopsi itu sudah ada legalitas formilnya," kata Raka.
Meski demikian, Raka mengaku belum mengetahui secara terperinci seluruh tahapan administratif yang telah dijalani Ruben. Menurutnya, kliennya belum menyampaikan penjelasan lengkap mengenai proses tersebut kepada tim kuasa hukum.
"Cuma untuk lebih lanjutnya, Pak Ruben belum sampaikan secara detail ke kami. Tapi informasinya untuk legal yuridisnya sudah ada," imbuhnya.
Pengacara Tegaskan Adopsi Ruben Onsu Bukan untuk Kepentingan Konten
- YouTube The Onsu Story
Selain persoalan legalitas, keputusan Ruben mengadopsi anak juga memunculkan dugaan miring di media sosial.
Sebagian warganet menghubungkan kehadiran anak angkat tersebut dengan aktivitas Ruben di dunia hiburan, termasuk kemungkinan pemanfaatannya untuk tayangan televisi maupun konten digital.
Menanggapi tudingan itu, Raka menegaskan bahwa Ruben tidak memiliki niat tersembunyi dalam mengambil keputusan tersebut. Ia menyebut kliennya mengadopsi anak atas dasar keinginan pribadi dan panggilan hati.
Menurut Raka, anggapan mengenai eksploitasi merupakan pendapat pihak lain. Ia menegaskan bahwa Ruben memandang pengangkatan anak tersebut sebagai keputusan personal, bukan langkah yang didorong kepentingan tertentu.
"Kalau ada dugaan media-media mengatakan itu eksploitasi, itu terserah dari mereka ya mengatakan itu seperti apa. Tapi terhadap adopsi ini memang Ruben pure, murni mengadopsi itu memang karena panggilan dari hati. Jadi bukan ada tendensi-tendensi negatif lain," jelas Raka.