news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Bukan Cuma Main Gim! Esports dan AI Buka Peluang Kerja Baru bagi Anak Muda di Era Digital.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Bukan Cuma Main Gim! Esports dan AI Buka Peluang Kerja Baru bagi Anak Muda di Era Digital

Esports, AI, komputasi awan, dan pusat data membuka peluang ekonomi digital. Simak keterampilan yang dibutuhkan anak muda Indonesia untuk menghadapi perubahan
Kamis, 29 Oktober 2026 - 02:07 WIB
Reporter:
Editor :

Meski demikian, peluang tersebut tidak berarti setiap orang yang bermain gim otomatis dapat berkarier di industri teknologi. Diperlukan proses belajar, portofolio, pengalaman bekerja dalam tim, serta kemampuan menyelesaikan masalah. 

Pengalaman mengelola turnamen kecil, membuat konten, atau membangun proyek digital dapat menjadi titik awal untuk mengembangkan keterampilan tersebut.

Belajar dari Negara Maju, Infrastruktur Harus Diikuti Talenta Digital

Pertumbuhan teknologi juga ditentukan oleh kesiapan infrastruktur. Pusat data menyimpan dan memproses informasi, sementara komputasi awan memungkinkan perusahaan mengakses sumber daya komputasi tanpa harus membangun seluruh sistem sendiri. 

Keduanya menjadi bagian penting bagi layanan digital, termasuk gim daring, platform video, perdagangan elektronik, dan aplikasi AI.

Amerika Serikat memberikan gambaran mengenai besarnya kebutuhan infrastruktur tersebut. Laporan Departemen Energi AS yang disusun bersama Lawrence Berkeley National Laboratory pada 2026 memperkirakan pusat data dapat menggunakan sekitar 11,8 persen dari total konsumsi listrik AS pada 2030. 

Angka itu merupakan proyeksi, bukan konsumsi yang sudah terjadi, tetapi memperlihatkan bahwa ekspansi layanan digital juga membawa tantangan energi dan keberlanjutan.

Pelajaran yang bisa diambil adalah pengembangan ekonomi digital tidak cukup hanya dengan memperbanyak aplikasi atau mendorong masyarakat menjadi pengguna. Negara juga membutuhkan tenaga profesional yang mampu membangun, mengoperasikan, mengamankan, dan mengembangkan infrastrukturnya.

Indonesia memiliki peluang untuk mengambil bagian dalam perubahan tersebut. Kementerian Komunikasi dan Digital menyampaikan bahwa adopsi AI di Indonesia mencapai 92 persen pada Februari 2026. 

Namun, tingginya penggunaan belum otomatis menunjukkan kesiapan keterampilan untuk mengembangkan AI atau memanfaatkannya secara produktif. Pemerintah juga menyoroti perlunya memperkuat kemampuan masyarakat agar tidak berhenti sebagai pengguna teknologi.

Bagi pelajar dan mahasiswa, kondisi ini menjadi alasan untuk memperluas kemampuan digital. Selain mempelajari AI, mereka perlu mengasah literasi data, berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, dan pemahaman keamanan siber. 

Kemampuan memeriksa kebenaran informasi, menjaga data pribadi, serta memahami batas penggunaan AI juga penting ketika teknologi semakin terintegrasi dalam pekerjaan.

Pendidikan Digital dan Esports Bisa Menjadi Ruang Pengembangan Kompetensi

Pendidikan memegang peran penting untuk menjembatani perkembangan teknologi dengan kebutuhan tenaga kerja. Perangkat digital di sekolah tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa guru yang siap menggunakannya, materi yang relevan, serta metode belajar yang mendorong siswa berpikir kritis dan kreatif.

Berita Terkait

1
2
3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral