news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Bukan Cuma Main Gim! Esports dan AI Buka Peluang Kerja Baru bagi Anak Muda di Era Digital.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Bukan Cuma Main Gim! Esports dan AI Buka Peluang Kerja Baru bagi Anak Muda di Era Digital

Esports, AI, komputasi awan, dan pusat data membuka peluang ekonomi digital. Simak keterampilan yang dibutuhkan anak muda Indonesia untuk menghadapi perubahan
Kamis, 29 Oktober 2026 - 02:07 WIB
Reporter:
Editor :

Perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyebut pemerintah menyediakan perangkat digitalisasi pembelajaran bagi 288.865 satuan pendidikan pada 2025. Dukungan akses internet diberikan kepada 8.152 satuan pendidikan.

Sedangkan penyediaan jaringan listrik menjangkau 2.389 satuan pendidikan. Untuk 2026, program digitalisasi pembelajaran menargetkan 268.393 satuan pendidikan. Pendampingan pemanfaatan teknologi juga disebut telah menjangkau lebih dari 58.000 satuan pendidikan.

Data tersebut menunjukkan bahwa perluasan akses perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan pengguna. 

Pemerintah juga menekankan pentingnya kompetensi guru, konten berkualitas, dan teknologi yang lebih mudah diakses peserta didik penyandang disabilitas. Kolaborasi dengan industri dinilai dapat membantu pengembangan talenta, termasuk dalam bidang sains, teknologi, koding, dan AI.

Di luar ruang kelas, esports dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk mengenalkan kompetensi digital kepada generasi muda. Kompetisi gim membutuhkan strategi, disiplin, koordinasi, dan kerja sama tim. 

Ekosistemnya juga melibatkan pekerjaan di bidang produksi siaran, pengelolaan acara, pemasaran, desain, serta pembuatan konten. Namun, keterampilan tersebut tetap perlu dikembangkan secara terarah agar dapat digunakan di lingkungan profesional.

Potensi itu turut disinggung Lukman Rizky El Dani, Project Manager Point Blank Zeppeto Indonesia. Ia menekankan bahwa ekosistem gaming bukan hanya berkaitan dengan permainan, tetapi juga membuka ruang bagi kreativitas, kerja sama tim, disiplin, serta profesi di bidang esports dan pembuatan konten.

Sementara itu, Prof. Marsudi Wahyu Kisworo, Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyoroti peluang bisnis teknologi dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang, seiring pertumbuhan pusat data, komputasi awan, AI, dan kebutuhan integrasi sistem serta risiko keamanan siber dan perlindungan data pribadi. 

Teknologi perlu dikembangkan dengan pendekatan yang berorientasi pada manusia, yakni memperkuat kemampuan dan membuka peluang baru, bukan semata-mata menggantikan peran manusia. Hidayat Tjokrodjojo, Ketua Umum Yayasan APKOMINDO Indonesia, turut menekankan pentingnya pendidikan dan pemahaman dasar teknologi di tengah perkembangan AI.

Rangkaian isu tersebut menjadi konteks penyelenggaraan Indocomtech 2026, pameran teknologi informasi dan perangkat konsumen yang berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di Hall A, Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Memasuki penyelenggaraan ke-32, acara ini menghadirkan produk teknologi, edukasi, dan kompetisi Point Blank National Championship (PBNC).

Berita Terkait

1 2
3
4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral