news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Viral! Doktif Bongkar Dugaan Pemanis Tersembunyi Beeru Stevia, Penjualan Kini Dihentikan.
Sumber :
  • Instagram @dokterdetektifreal

Mengenal Neotame dan Sukralosa, Dua Pemanis Buatan yang Diungkap Doktif dalam Polemik Beeru Stevia

Doktif mempertanyakan keberadaan kedua pemanis buatan, Neotame dan Sukralosa, karena menurutnya tidak tercantum dalam daftar komposisi produk. Apa itu?
Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:56 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Produk pemanis alternatif Beeru Stevia tengah menjadi perbincangan setelah Dokter Detektif alias Doktif memublikasikan hasil pengujian laboratorium yang diklaim menunjukkan adanya kandungan pemanis buatan neotame dan sukralosa. 

Temuan tersebut memicu pertanyaan mengenai kesesuaian komposisi produk dengan informasi pada kemasan.

Dalam dokumen hasil uji yang dibagikan Doktif melalui media sosial, tercantum dugaan kandungan sukralosa sebesar 101.297,89 miligram per liter (mg/L) dan neotame sebesar 5.280,99 mg/L. 

Viral! Doktif Bongkar Dugaan Pemanis Tersembunyi Beeru Stevia, Penjualan Kini Dihentikan
Sumber :
  • Instagram @dokterdetektifreal

Doktif juga menyoroti hasil pengujian yang menunjukkan kandungan energi 188,84 kilokalori per 100 gram dan karbohidrat sebesar 47,21 persen.

Doktif mempertanyakan keberadaan kedua pemanis tersebut karena menurutnya tidak tercantum dalam daftar komposisi produk. Ia juga mempersoalkan kadar yang ditampilkan dalam hasil pengujian tersebut.

Namun, angka-angka itu masih merujuk pada dokumen yang dibagikan Doktif dan belum menjadi kesimpulan resmi BPOM. 

Lantas, apa sebenarnya neotame dan sukralosa, serta mengapa kedua bahan tersebut digunakan dalam produk pangan?

Mengenal Neotame, Pemanis dengan Tingkat Kemanisan Tinggi

Viral! Doktif Bongkar Dugaan Pemanis Tersembunyi Beeru Stevia, Penjualan Kini Dihentikan
Sumber :
  • beeruindonesia

Neotame merupakan pemanis buatan yang digunakan untuk memberikan rasa manis pada makanan dan minuman. 

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), tingkat kemanisan neotame dapat mencapai sekitar 10.000 kali lebih manis daripada sukrosa atau gula biasa, bergantung pada penggunaannya.

Karena tingkat kemanisannya sangat tinggi, neotame dapat digunakan dalam jumlah kecil untuk menghasilkan rasa manis yang diinginkan. Bahan ini termasuk salah satu pemanis yang telah dievaluasi penggunaannya dalam pangan oleh sejumlah regulator.

FAO dan WHO melalui JECFA menetapkan ADI neotame sebesar 0–2 miligram per kilogram berat badan per hari, yakni jumlah yang dapat dikonsumsi setiap hari sepanjang hidup tanpa risiko kesehatan berarti berdasarkan penilaian ilmiah.

Angka ADI bukan berarti seseorang dianjurkan mengonsumsi pemanis sebanyak itu setiap hari. Nilai tersebut merupakan acuan penilaian paparan harian, sementara penggunaannya dalam produk pangan tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

Mengenal Sukralosa, Pemanis Pengganti Gula

Sukralosa merupakan pemanis buatan yang digunakan untuk menggantikan gula dalam berbagai produk pangan. 

Bahan tambahan pangan ini memiliki tingkat kemanisan yang tinggi sehingga dapat digunakan dalam jumlah relatif kecil.

Seperti neotame, sukralosa tidak otomatis berbahaya hanya karena termasuk pemanis buatan. 

Penilaian keamanan perlu mempertimbangkan jenis bahan, jumlah yang digunakan, paparan dari konsumsi, serta kepatuhan terhadap ketentuan pangan.

Meski begitu, penggunaan pemanis yang diizinkan tetap harus sesuai dengan kategori pangan dan batas penggunaan yang berlaku. Informasi komposisi pada label juga penting agar konsumen mengetahui bahan yang terdapat dalam produk yang dibeli.

Mengapa Kedua Pemanis Ini Disorot dalam Kasus Beeru Stevia?

Polemik Beeru Stevia bukan semata-mata mengenai apakah neotame dan sukralosa boleh digunakan sebagai pemanis. 

Persoalan utamanya adalah dugaan bahwa kedua bahan tersebut ditemukan dalam hasil pengujian, tetapi tidak dicantumkan dalam daftar komposisi pada kemasan.

Jika ketidaksesuaian itu terbukti, persoalan dapat berkaitan dengan transparansi informasi produk dan kepatuhan terhadap aturan pelabelan maupun penggunaan bahan tambahan pangan. 

Beeru Indonesia sebelumnya menyatakan sedang berkoordinasi dengan mitra manufaktur untuk menelusuri persoalan tersebut. Perusahaan juga mengumumkan penghentian sementara penjualan Beeru Stevia hingga proses verifikasi selesai. 

Hingga 29 Oktober 2026, BPOM masih melakukan pengujian dan belum mengumumkan kesimpulan resmi mengenai dugaan kandungan Beeru Stevia. (asl)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral