news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Halloween.
Sumber :
  • Pexels/Vladimir Srajber

Sejarah Halloween 31 Oktober, Berawal dari Tradisi Kuno hingga Jadi Perayaan Populer

Apa itu perayaan Halloween setiap tanggal 31 Oktober? Simak sejarahnya, berawal dari tradisi kuno hingga jadi perayaan populer di berbagai negara.
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:22 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Halloween diperingati setiap 31 Oktober dan dikenal sebagai perayaan yang identik dengan kostum menyeramkan, labu berukir wajah, dekorasi hantu, hingga tradisi berburu permen atau trick-or-treating.

Perayaan ini populer di Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya. 

Namun, di balik kemeriahannya, Halloween memiliki sejarah panjang yang berakar pada tradisi masyarakat Celtic di Eropa ribuan tahun lalu.

Seiring berjalannya waktu, Halloween mengalami berbagai perubahan. 

Perayaan yang awalnya berkaitan dengan pergantian musim dan kepercayaan tentang roh orang meninggal itu berkembang menjadi bagian dari budaya populer yang dinikmati anak-anak hingga orang dewasa.

Bahkan, perayaan Halloween saat ini banyak dimeriahkan melalui media sosial dari berbagai negara.

Lantas, bagaimana sejarah Halloween 31 Oktober dan tradisi apa saja yang masih dilakukan hingga sekarang?

Sejarah Halloween Berawal dari Festival Samhain

Untuk memahami asal-usul Halloween, kita perlu menelusuri festival kuno bernama Samhain yang dirayakan masyarakat Celtic di wilayah yang kini mencakup Irlandia dan sebagian Inggris Raya.

Mengutip HISTORY, Samhain merupakan perayaan yang menandai berakhirnya musim panen sekaligus dimulainya musim dingin. 

Bagi masyarakat Celtic, pergantian musim tersebut merupakan masa penting karena hari-hari yang lebih gelap dan cuaca dingin berkaitan erat dengan tantangan dalam kehidupan mereka.

Festival Samhain berlangsung pada malam menjelang 1 November. Dalam kepercayaan masyarakat saat itu, batas antara dunia orang hidup dan dunia roh dipercaya menjadi lebih tipis sehingga roh orang yang telah meninggal dapat kembali ke bumi.

Untuk menandai perayaan tersebut, masyarakat menyalakan api unggun besar dan berkumpul dalam upacara bersama. 

Sejumlah tradisi juga berkaitan dengan penggunaan kostum atau penyamaran, meskipun bentuk dan pelaksanaannya berbeda-beda sepanjang sejarah.

Kepercayaan mengenai roh dan dunia gaib inilah yang kemudian turut membentuk citra Halloween sebagai perayaan yang identik dengan hantu, makhluk misterius, dan suasana menyeramkan.

Namun, Halloween modern tidak sepenuhnya sama dengan Samhain. 

Perayaan yang dikenal saat ini terbentuk melalui proses panjang yang melibatkan berbagai tradisi Eropa dan perkembangan budaya di Amerika Utara.

Hubungan Halloween dengan All Saints' Day

Selain berakar pada tradisi Celtic, perkembangan Halloween juga berkaitan dengan perayaan Kristen Barat, yakni All Saints' Day atau Hari Semua Orang Kudus yang diperingati setiap 1 November.

Peringatan tersebut berkembang dalam tradisi gereja dan kemudian ditetapkan pada 1 November pada masa Paus Gregorius III di abad kedelapan.

Malam sebelum All Saints' Day dikenal sebagai All Hallows' Eve. Istilah tersebut kemudian berkembang menjadi Halloween.

Sementara itu, tanggal 2 November dikenal sebagai All Souls' Day atau Hari Arwah dalam tradisi Kristen Barat, yang didedikasikan untuk mengenang dan mendoakan orang-orang yang telah meninggal.

Seiring berjalannya waktu, berbagai kebiasaan masyarakat Eropa, kepercayaan lokal, dan tradisi keagamaan saling memengaruhi. 

Perpaduan tersebut ikut membentuk Halloween sebagai perayaan dengan beragam simbol dan kebiasaan.

Meski memiliki hubungan historis dengan tradisi keagamaan, Halloween yang dikenal luas saat ini lebih sering dirayakan melalui kegiatan hiburan, pesta kostum, dekorasi, dan aktivitas bersama keluarga maupun teman.

Halloween Berkembang di Amerika Serikat

Halloween mulai berkembang menjadi perayaan populer di Amerika Utara melalui kedatangan para imigran Eropa, terutama dari Irlandia dan Skotlandia.

Mengutip Smithsonian Magazine, gelombang kedatangan imigran Irlandia pada abad ke-19 turut membawa tradisi Halloween ke Amerika Serikat. Kebiasaan tersebut kemudian beradaptasi dengan kehidupan masyarakat setempat.

Dalam perkembangannya, Halloween tidak lagi hanya berkaitan dengan kepercayaan tentang roh dan dunia gaib. 

Perayaan ini mulai diisi dengan permainan, pertemuan warga, pesta, cerita hantu, serta berbagai kegiatan untuk anak-anak.

Pada abad ke-20, Halloween semakin dikenal sebagai perayaan komunitas. Tradisi meminta makanan dari rumah ke rumah berkembang menjadi trick-or-treating, sedangkan kostum dan dekorasi bertema menyeramkan menjadi bagian penting dari perayaannya.

Kini, Halloween telah menjadi bagian dari budaya populer di berbagai negara. 

Film, acara televisi, media sosial, dan industri hiburan turut memperluas popularitasnya, bahkan di wilayah yang tidak memiliki sejarah panjang dalam merayakan Halloween.

Ilustrasi perayaan Halloween 31 Oktober
Sumber :
  • Pexels/Mikhail Nilov

Tradisi Halloween yang Masih Dilakukan hingga Sekarang

Meski telah mengalami banyak perubahan, sejumlah tradisi Halloween masih bertahan dan menjadi ciri khas perayaan setiap 31 Oktober.

Berikut beberapa tradisi yang paling dikenal.

1. Trick-or-Treating

Trick-or-treating merupakan salah satu tradisi Halloween paling populer, terutama di Amerika Serikat.

Dalam kegiatan ini, anak-anak mengenakan kostum dan mendatangi rumah-rumah di lingkungan tempat tinggal mereka untuk meminta permen atau makanan ringan.

Mereka biasanya mengucapkan "trick or treat" ketika mengetuk pintu. Ungkapan tersebut secara harfiah merujuk pada pilihan antara memberikan hadiah atau menghadapi keisengan, meskipun dalam praktik modern kegiatan ini lebih berfokus pada pemberian permen.

Tradisi tersebut memiliki akar yang berkaitan dengan sejumlah kebiasaan lama di Eropa, termasuk praktik meminta makanan pada perayaan keagamaan tertentu.

Pada masa lalu, terdapat kebiasaan yang dikenal sebagai souling, yakni ketika orang-orang miskin meminta makanan dan menerima kue sebagai imbalan atas janji mendoakan keluarga yang telah meninggal.

Kebiasaan tersebut tidak serta-merta sama dengan trick-or-treating modern, tetapi menjadi salah satu tradisi yang diduga berkontribusi terhadap perkembangannya.

2. Mengenakan Kostum Halloween

Kostum menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Halloween. Anak-anak maupun orang dewasa biasanya berdandan dengan berbagai karakter, mulai dari hantu, penyihir, vampir, kerangka manusia, hingga tokoh film dan superhero.

Tradisi mengenakan kostum memiliki hubungan dengan kepercayaan dan kebiasaan lama di Eropa. Pada masa lalu, penyamaran dipercaya dapat membantu seseorang menghindari atau mengelabui roh yang diyakini berkeliaran pada malam Halloween.

Seiring perkembangan zaman, makna tersebut semakin bergeser menjadi aktivitas hiburan.

Saat ini, kostum Halloween tidak selalu menyeramkan. Banyak orang memilih karakter lucu, tokoh kartun, selebritas, atau karakter populer lainnya.

Sekolah, komunitas, tempat kerja, dan pusat hiburan di sejumlah negara juga mengadakan acara kostum untuk memeriahkan perayaan tersebut.

3. Mengukir Labu atau Jack-o'-Lantern

Labu berukir dengan wajah menyeramkan merupakan salah satu simbol Halloween yang paling mudah dikenali.

Tradisi ini dikenal dengan sebutan jack-o'-lantern. Labu biasanya dilubangi, bagian dalamnya dibersihkan, kemudian diukir membentuk mata, hidung, dan mulut. Sebuah sumber cahaya dapat diletakkan di dalamnya untuk menghasilkan efek visual yang khas.

Namun, tradisi mengukir lentera Halloween tidak selalu menggunakan labu. Masyarakat Irlandia pada masa lalu menggunakan sayuran seperti lobak untuk membuat lentera berukir.

Ketika tradisi tersebut berkembang di Amerika Utara, labu menjadi pilihan populer karena tersedia melimpah dan ukurannya cocok untuk diukir.

Kini, jack-o'-lantern digunakan sebagai dekorasi rumah, halaman, toko, hingga tempat wisata. 

Bentuknya pun semakin beragam, mulai dari wajah menyeramkan hingga desain kreatif yang menyerupai karakter tertentu.

4. Menghias Rumah dengan Tema Menyeramkan

Menjelang Halloween, sejumlah rumah dan tempat usaha di negara-negara yang merayakannya dihiasi berbagai ornamen bertema horor.

Hiasan tersebut dapat berupa jaring laba-laba buatan, tengkorak, kelelawar, boneka hantu, penyihir, dan lampu dengan pencahayaan redup.

Sebagian orang bahkan mengubah halaman atau bagian dalam rumah menjadi rumah hantu mini yang dapat dikunjungi teman, keluarga, atau tetangga.

Tradisi menghias rumah ini berkembang seiring perubahan Halloween menjadi perayaan sosial dan hiburan. 

Dekorasi tidak hanya digunakan untuk membangun suasana menyeramkan, tetapi juga menjadi cara bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas.

Foto dekorasi Halloween juga kerap dibagikan melalui media sosial, sehingga tren hiasan baru dapat menyebar ke berbagai negara.

5. Mengadakan Pesta Halloween

Pesta Halloween menjadi kegiatan populer bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Acara ini biasanya diisi dengan lomba kostum, permainan bertema horor, pemutaran film, musik, serta sajian makanan dan minuman yang dihias sesuai suasana Halloween.

Sebagian pesta mengusung tema rumah berhantu, sementara yang lain memilih konsep lebih santai dengan kostum lucu dan dekorasi berwarna khas Halloween, seperti oranye, hitam, dan ungu.

Perkembangan pesta Halloween menunjukkan bagaimana perayaan tersebut semakin berorientasi pada hiburan dan kebersamaan.

Di sejumlah negara, hotel, restoran, taman hiburan, dan pusat perbelanjaan juga mengadakan acara khusus untuk menarik pengunjung selama musim Halloween.

6. Menonton Film Horor

Film horor juga menjadi bagian dari budaya Halloween modern.

Menjelang 31 Oktober, sejumlah orang memilih menonton film bertema hantu, monster, pembunuh misterius, atau kisah supernatural bersama teman dan keluarga.

Tradisi ini berkembang seiring popularitas film dan industri hiburan yang mengangkat tema-tema menyeramkan.

Meski demikian, tontonan Halloween tidak selalu harus menampilkan adegan menakutkan. Film animasi, komedi, dan petualangan dengan nuansa Halloween juga sering menjadi pilihan, terutama bagi keluarga yang ingin merayakannya bersama anak-anak.

Kebiasaan menonton film bertema Halloween turut memperkuat hubungan antara perayaan tersebut dan budaya populer.

(gwn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral