Review Trailer Hajatan Setan, Film Horor yang Mengungkap Sisi Gelap Tradisi di Pedesaan Jawa
tvOnenews.com - Hajatan biasanya identik dengan kebahagiaan, doa, dan rasa syukur. Musik dimainkan, makanan disajikan, sementara warga berkumpul untuk merayakan sebuah peristiwa. Namun, bagaimana jika sebuah pesta yang seharusnya membawa kebahagiaan justru menyimpan rahasia kelam dan teror yang mengancam nyawa?
Gagasan tersebut menjadi dasar cerita film horor Indonesia berjudul 'Hajatan Setan'. Mengangkat latar kehidupan masyarakat pedesaan Jawa, film ini menawarkan kisah misteri yang berangkat dari sebuah tradisi.
Suasana kampung yang semula terlihat tenang perlahan berubah mencekam ketika kejadian-kejadian aneh mulai bermunculan.
Tidak hanya mengandalkan kemunculan sosok menyeramkan atau adegan mengejutkan, 'Hajatan Setan' juga membawa persoalan masa lalu, trauma, dan tekanan sosial sebagai bagian dari konflik cerita. Lantas, seperti apa sinopsis dan daya tarik film yang dipersiapkan untuk meramaikan bioskop Indonesia ini?
Sinopsis Hajatan Setan: Kepulangan ke Kampung Halaman Berujung Teror
Berdasarkan trailer yang diunggah melalui akun Instagram @driasfilm_production, Hajatan Setan mengikuti perjalanan seorang perempuan muda yang memutuskan kembali ke kampung halamannya setelah sekian lama merantau.
Kepulangan yang semestinya menjadi kesempatan untuk kembali mengenal lingkungan asal justru menghadirkan pengalaman berbeda. Berbagai peristiwa ganjil mulai terjadi dan perlahan mengusik ketenangan desa.
Situasi semakin rumit ketika rahasia masa lalu yang selama ini tersembunyi mulai terungkap. Warga desa pun dihadapkan pada ketakutan yang berkaitan dengan tradisi dan sesuatu yang tampaknya tidak bisa begitu saja dihindari.
Dari premis tersebut, film ini membangun misteri melalui hubungan antara kehidupan masyarakat, tradisi, dan konsekuensi dari sesuatu yang selama ini dianggap biasa.
Konsep cerita tersebut juga berangkat dari pertanyaan mengenai makna hajatan dalam kehidupan masyarakat. Sutradara Bambang Drias dan Eko Kristianto melihat bahwa pesta rakyat selama ini identik dengan kebahagiaan dan ungkapan rasa syukur.
Akan tetapi, bagaimana jika kemeriahan tersebut ternyata menyimpan konsekuensi mengerikan yang harus dibayar dengan harga sangat mahal?
Dibintangi Ari Irham hingga Asri Welas, Angkat Konflik Psikologis
Daya tarik *Hajatan Setan* juga terletak pada jajaran pemain yang berasal dari berbagai generasi. Film ini menghadirkan Ari Irham, Alika Jantinia, Gisellma Firmansyah, Tanta Ginting, Indra Birowo, Asri Welas, Bima Zeno, Karina Suwandi, hingga Sita Permata Sari.
Kombinasi pemain tersebut diharapkan mampu membangun karakter dan hubungan antartokoh yang memperkuat atmosfer misteri di sepanjang cerita.
Ari Irham juga menyoroti bahwa kekuatan film ini tidak semata-mata terletak pada adegan mengejutkan. Konflik emosional yang dekat dengan kehidupan sehari-hari menjadi bagian penting dari pengalaman horor yang ingin disampaikan.
Trauma, tekanan sosial, dan ketakutan psikologis menjadi sejumlah elemen yang membentuk ketegangan. Pendekatan tersebut membuat ancaman dalam cerita tidak hanya hadir melalui sesuatu yang bersifat supernatural, tetapi juga melalui persoalan manusia dan lingkungan sosialnya.
Dengan demikian, penonton tidak hanya diajak menebak sumber teror, tetapi juga memahami bagaimana masa lalu dan tekanan lingkungan dapat memengaruhi kehidupan seseorang.
Digawangi Empat Penulis, Hadirkan Pengalaman Horor Dolby Atmos
Dari sisi produksi, *Hajatan Setan* merupakan film garapan MBK Productions dan Drias Film. Budi Yulianto dan Rendy Gunawan bertindak sebagai produser, sedangkan posisi sutradara dipercayakan kepada Bambang Drias dan Eko Kristianto.
Pengembangan ceritanya turut melibatkan empat penulis, yakni Andhy Pulung, B.W. Purba Negara, Vidya T. Ariestya, dan Novia Anggi.
Keterlibatan beberapa penulis ini menjadi bagian dari proses pengembangan cerita yang menggabungkan misteri, konflik emosional, dan unsur horor berlatar tradisi masyarakat pedesaan.
Dari aspek teknis, film ini juga didukung teknologi suara Dolby Atmos. Teknologi tersebut memungkinkan suara ditampilkan melalui ruang audio yang lebih imersif. Efek seperti bisikan, langkah kaki, maupun suara dari berbagai arah dapat membantu membangun suasana mencekam di dalam bioskop.
Pada akhirnya, "Hajatan Setan" menawarkan pendekatan horor yang berangkat dari sesuatu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni tradisi hajatan. Di balik perayaan yang identik dengan kebahagiaan, film ini mengajak penonton membayangkan kemungkinan adanya rahasia, konsekuensi, dan ketakutan yang selama ini tersembunyi.
Perpaduan misteri pedesaan, konflik psikologis, serta teror supernatural menjadi daya tarik utama yang ditawarkan film ini untuk penonton horor Indonesia. (udn)