Demi Konten Horor, Lima Sahabat Terobos Hotel Terlarang! Ini Sinopsis Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro
tvOnenews.com - Keinginan menjadi viral bisa membuat seseorang melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.
Demi mendapatkan perhatian penonton, tempat terbengkalai, bangunan tua, hingga lokasi yang dianggap angker kerap dijadikan latar konten horor. Namun, bagaimana jika upaya mencari tontonan yang memancing rasa penasaran justru membawa pembuatnya berhadapan dengan sesuatu yang tidak bisa mereka kendalikan?
Persoalan tersebut menjadi salah satu titik berangkat film horor Indonesia, Lingsir Wengi: Motel Malioboro.
Alih-alih sekadar menghadirkan kisah tentang tempat menyeramkan, film produksi Lab Pictures ini memasukkan fenomena mengejar popularitas melalui konten digital ke dalam konflik para tokohnya.
Ambisi menghasilkan materi yang menarik perhatian menjadi keputusan penting yang mengubah petualangan mereka menjadi pengalaman penuh teror.
Film yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 22 Oktober 2026 ini mengikuti perjalanan lima sahabat yang mendatangi sebuah hotel tua di kawasan Malioboro.
Keputusan mereka untuk memasuki tempat yang dikenal terlarang demi membuat konten kanal horor menjadi awal dari rangkaian kejadian misterius.
Dari premis tersebut, film ini mempertemukan ketegangan horor, dinamika persahabatan, dan gambaran tentang risiko ketika popularitas lebih diutamakan daripada keselamatan.
Sinopsis Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Konten Horor yang Berujung Teror
Cerita Lingsir Wengi: Motel Malioboro berpusat pada lima sahabat yang memiliki rencana membuat konten horor di sebuah hotel tua. Lokasi tersebut bukan tempat biasa bagi mereka karena dikenal memiliki larangan dan cerita misterius yang membuat orang enggan mendatanginya.
Namun, bagi kelompok ini, tempat tersebut justru menawarkan kesempatan untuk menghasilkan konten yang menarik. Mereka memutuskan masuk ke hotel itu demi mendapatkan pengalaman yang bisa direkam dan dibagikan kepada penonton kanal horor mereka.
Pilihan tersebut menjadi awal persoalan. Alih-alih memperoleh materi yang sesuai harapan, kelima sahabat itu justru menghadapi serangkaian kejadian aneh yang menyeret mereka ke situasi semakin menegangkan.
Keputusan yang semula dianggap sebagai bagian dari petualangan perlahan berubah menjadi persoalan yang harus mereka hadapi bersama.
Sutradara Adhe Dharmastriya menjelaskan bahwa cerita film ini terinspirasi dari perilaku anak muda yang terkadang mengabaikan aturan atau pantangan saat mendatangi suatu tempat.
Load more