- Kolase tangkapan layar YouTube Herri Pras & Antara/Raisan Al Farisi
Soal Herri Pras Viral Digeruduk OTK, Habib Bahar bin Smith: Kalau Mau Kritik, Pakai Cara yang Baik
Jakarta, tvOnenews.com - Pendakwah Habib Bahar bin Smith sampai menyoroti polemik yang menimpa konten kreator Herri Pras, menyusul adanya penggerudukan oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) pada Minggu (1/11/2026) malam hari.
Kontroversi yang menyasar Herri Pras menggegerkan publik. Konten kreator tersebut diduga menantang "fight" atau bertarung setelah melontarkan pernyataan kontroversial ditujukan untuk sejumlah pendakwah.
Habib Bahar bin Smith mengingatkan dampak dari konten yang ditunjukkan di ruang publik. Baginya, hal itu sama saja mengundang amarah ketika menyinggung pihak tertentu, terutama sosok pendakwah maupun ulama.
"Kalau mau mencari uang atau ketenaran dari media sosial, tanpa harus mencaci dan memaki atau memfitnah orang lain, apalagi para alim ulama," ujar Habib Bahar bin Smith saat dihubungi, Selasa (3/11/2026).
Diketahui, Herri Pras dikenal sebagai konten kreator YouTube yang memiliki jutaan pengikut. Selain itu, ia juga merupakan pendiri perguruan pencak silat.
Karena berprofesi sebagai konten kreator, Herri Pras menjadi sorotan tajam lantaran konten yang dimuat berfokus pada isu keagamaan, klaim keilmuan hingga kehidupan para pemuka agama.
Pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Bogor tersebut sangat menyayangkan cara mengkritik disampaikan oleh Herri Pras. Menurutnya, hal tersebut diduga mengandung hinaan dan tidak dilakukan dengan cara yang baik.
"Kalau si Herri Pras tidak sejalan dan sepemikiran dengan ualam yang dihina dan digunjing, kalau pun mau mengkritik, ya dengan cara yang baik, bukan dengan hinaan dan cacian," terangnya.
Soroti Status Herri Pras
Lebih lanjut, Habib Bahar menyinggung status Herri Pras. Menurutnya, sang konten kreator tersebut tidak memiliki kapasitas mengomentari bahkan mengulik sisi keilmuan, khususnya yang dimiliki oleh tokoh agama.
Upaya tersebut, menurut dia, dapat memecah persatuan umat atau ukhuwah Islamiyah. Agar mencegah fitnah hingga perpecahan, sebaiknya tidak lagi membuat konten yang dinilai mengandung provokatif.
"Dia ulama bukan, orang berilmu bukan, terus sok-sokan mau menghakimi para ulama yang jauh berilmu dan derajatnya ditinggikan oleh Allah SWT karena ilmu itu. Fitnah itu tertidur dan celakalah orang-orang yang membangunkannya," tuturnya.