- Disney+
5 Drama Korea Terburuk yang Tayang di 2026, Perfect Crown Paling Mengecewakan
Sayangnya, alur cerita Our Sticky Love dinilai kurang memberikan sesuatu yang baru. Penggunaan tema amnesia, rahasia keluarga, dan latar belakang kehidupan yang penuh tragedi dianggap terlalu sering digunakan dalam drama romantis.
Selain persoalan cerita, serial ini juga menghadapi kontroversi di luar layar. Ha Young menjadi sorotan setelah muncul pembahasan mengenai dugaan keterlibatan kakek buyutnya dalam aktivitas pro-Jepang pada masa kolonial.
Isu tersebut memicu reaksi publik dan berdampak pada kegiatan promosi drama.
Sejumlah wawancara yang telah dijadwalkan dilaporkan dibatalkan, sementara sebagian penonton menyuarakan ajakan untuk tidak menyaksikan serial tersebut.
4. Doctor Shin (8 suara)
Drama keempat adalah Doctor Shin yang memperoleh delapan suara. Serial bergenre thriller medis ini merupakan karya penulis naskah Im Sung Han, yang dikenal dengan cerita-cerita penuh kejutan dan konflik tidak biasa.
Doctor Shin mengangkat kisah seorang dokter jenius yang berusaha melampaui batas-batas dunia medis.
Ceritanya semakin kompleks setelah ia bertemu dengan seorang perempuan yang mengalami kecelakaan tak terduga.
Alih-alih mendapatkan respons positif, sejumlah bagian cerita justru menuai kritik. Perhatian penonton terutama tertuju pada episode terakhir yang menghadirkan kejutan ekstrem.
Dalam akhir cerita tersebut, otak tokoh protagonis laki-laki dikisahkan ditransplantasikan ke tubuh seekor anjing jenis golden retriever.
Alur yang tidak biasa ini membuat sebagian penonton terkejut dan mempertanyakan arah cerita yang dibangun sejak awal.
Penggambaran medis yang sangat dramatis tersebut menjadi salah satu alasan Doctor Shin masuk dalam daftar drama yang dianggap mengecewakan oleh para responden survei.
5. Four Hands, Two Sonatas (8 suara)
Terakhir, ada Four Hands, Two Sonatas yang juga memperoleh delapan suara. Drama ini dibintangi Song Kang dan Lee Jun Young dengan latar kehidupan para musisi muda di sekolah seni bergengsi.
Ceritanya mengikuti Kang Pi O (Song Kang) dan Choi Jeong Yo (Lee Jun Young), dua pianis muda dengan latar belakang berbeda.
Pertemuan keduanya menghadirkan persaingan sekaligus persahabatan yang kemudian berkembang menjadi perjalanan menemukan jati diri melalui musik.