news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Studi: 1 dari 15 Orang Dewasa Pernah Alami Pelecehan Gambar AI, Dampaknya Bisa Meluas.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Studi: 1 dari 15 Orang Dewasa Pernah Alami Pelecehan Gambar AI, Dampaknya Bisa Meluas

Studi terhadap 7.200 orang di tiga negara menemukan 7 persen orang dewasa pernah mengalami pelecehan berbasis gambar AI. Kenali bentuk, dampak, dan risiko
Kamis, 5 November 2026 - 16:43 WIB
Reporter:
Editor :

Pelecehan berbasis gambar AI atau *AI-generated image-based sexual abuse* (AI-IBSA) mencakup pembuatan, penyebaran, maupun ancaman menyebarkan gambar intim tanpa persetujuan orang yang ditampilkan.

Teknologi AI generatif memungkinkan gambar seksual dibuat dari foto biasa, termasuk foto profil atau potret profesional. Karena itu, seseorang tidak perlu pernah mengambil foto intim untuk menjadi korban manipulasi semacam ini.

Penelitian RMIT menemukan tiga bentuk utama pelecehan tersebut:

- Gambar intim seseorang dibuat atau diubah menggunakan AI tanpa persetujuannya.
- Gambar intim hasil AI disebarkan kepada orang lain tanpa izin.
- Seseorang diancam akan menerima penyebaran gambar intim hasil AI yang menampilkan dirinya.

Survei itu juga menemukan bahwa pelecehan berbasis gambar tidak selalu melibatkan konten yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI. Sebanyak 15,1 persen responden melaporkan pernah mengalami pelecehan melalui gambar intim yang dimanipulasi secara digital, termasuk gambar yang dibuat dengan AI maupun metode lain.

Dengan demikian, persoalannya bukan semata-mata apakah gambar tersebut asli atau palsu. Yang menjadi inti masalah adalah penggunaan gambar intim seseorang tanpa persetujuan, termasuk ketika gambar itu dibuat melalui manipulasi digital.

Dampak Pelecehan AI dan Pentingnya Pencegahan

Hampir 87 persen korban atau penyintas dalam penelitian RMIT melaporkan setidaknya satu dampak terhadap kehidupan mereka. Dampak tersebut meliputi kesehatan dan kesejahteraan, hubungan antarpribadi, pekerjaan, serta kondisi keuangan.

Laki-laki melaporkan tingkat pengalaman pelecehan lebih dari dua kali lipat dibandingkan perempuan, yakni 10,2 persen berbanding 3,8 persen. Namun, perempuan melaporkan lebih banyak reaksi dan dampak negatif, termasuk ketakutan terhadap keselamatan serta gangguan kesehatan mental dan fisik.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa angka kejadian tidak selalu menggambarkan besarnya penderitaan yang dialami korban. Pengalaman setiap orang dapat berbeda, bergantung pada bentuk pelecehan, hubungan dengan pelaku, serta bagaimana gambar tersebut digunakan dan disebarkan.

Dalam penelitian lain yang menggunakan kumpulan data serupa, para peneliti menemukan bahwa 3,2 persen responden mengaku pernah membuat, menyebarkan, atau mengancam menyebarkan gambar seksual hasil AI tanpa persetujuan. Sementara itu, 18 persen responden mengaku pernah sengaja melihat gambar seksual hasil AI yang menampilkan orang nyata.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:07
08:21
14:13
09:50
04:54
08:02

Viral