Lanskap Dunia Kerja Berubah karena AI, Lulusan Perguruan Tinggi Dituntut untuk Terus Beradaptasi dan Meningkatkan Keterampilan
- tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Bantul, tvOnenews.com – Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof. Dr. Muchlas mengingatkan para lulusan agar terus mengembangkan kompetensi dan membangun semangat belajar sepanjang hayat di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Pesan tersebut disampaikan Muchlas dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Blended Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (31/10/2026). Menurutnya, perkembangan AI telah mengubah lanskap dunia kerja, termasuk menggeser sejumlah pekerjaan yang bersifat rutin. Karena itu, lulusan perguruan tinggi perlu memiliki kemampuan beradaptasi dan memperbarui keterampilan agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
“Orang yang mampu bertahan di tengah perubahan bukan semata-mata yang paling banyak mengetahui, tetapi yang paling bersedia untuk terus belajar dan memperbarui kemampuannya,” ujar Muchlas di hadapan para wisudawan.
Ia menegaskan, ijazah merupakan bukti kompetensi yang telah dicapai selama menempuh pendidikan tinggi. Namun, dokumen akademik tersebut tidak dapat menjadi satu-satunya bekal untuk menghadapi persaingan global yang semakin dinamis.
Muchlas mendorong para lulusan untuk mengembangkan keterampilan nonteknis, seperti berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, bekerja sama, serta mengambil keputusan secara etis dan bertanggung jawab.
“Yang perlu Saudara kembangkan bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, bekerja sama, serta mengambil keputusan secara etis dan bertanggung jawab. Jangan hanya mempersiapkan diri untuk mencari pekerjaan. Persiapkan pula diri Saudara untuk menciptakan peluang, menghasilkan inovasi, membangun usaha, dan memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” tuturnya.
Lebih jauh, Muchlas mengingatkan bahwa keberhasilan seorang lulusan tidak semata-mata diukur dari jabatan atau penghasilan yang diperoleh. Kontribusi dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari pencapaian seseorang.
“Ukuran keberhasilan seorang lulusan bukan hanya seberapa tinggi jabatan yang diraihnya atau seberapa besar penghasilan yang diperolehnya, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dapat dihadirkannya bagi kehidupan orang lain,” tegasnya.
Dalam wisuda periode ini, UAD melepas 2.130 lulusan yang terdiri atas 1.853 lulusan program sarjana (S1), 11 lulusan sarjana terapan (D4), 263 lulusan magister (S2), dan tiga lulusan doktor (S3). Sebanyak 2.091 lulusan mengikuti prosesi secara langsung di JEC, sedangkan 39 lainnya mengikuti secara daring.
Load more